Endoxa Asia – Formula 1 memiliki juara dunia baru. Kimi Antonelli resmi mengunci gelar juara dunia F1 2026 setelah finis di posisi ketiga pada Grand Prix Meksiko, Minggu, 1 November 2026. Pembalap Mercedes tersebut sekaligus mencatat sejarah sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah kompetisi balap mobil paling bergengsi itu.
Antonelli memastikan gelar pertamanya pada usia 20 tahun 68 hari. Pencapaian tersebut mematahkan rekor Sebastian Vettel yang sebelumnya menjadi juara dunia termuda saat berusia 23 tahun 134 hari ketika memenangkan gelar pada 2010 bersama Red Bull.
Gelar ini juga menjadi penanda keberhasilan Antonelli pada musim keduanya di Formula 1. Ia mampu mengunci kejuaraan ketika kompetisi masih menyisakan empat seri balapan.
Finis Ketiga di GP Meksiko Pastikan Gelar Juara
Antonelli datang ke Autódromo Hermanos Rodríguez, Mexico City, dengan posisi yang cukup menguntungkan dalam klasemen. Ia hanya perlu finis di sembilan besar untuk memastikan gelar tanpa bergantung pada hasil para pesaing terdekatnya.
Pembalap Italia itu memulai balapan dari posisi keempat. Setelah melalui balapan yang diwarnai insiden, bendera merah, dan periode safety car, ia berhasil menyelesaikan 71 putaran di posisi ketiga.
Max Verstappen dari Red Bull memenangkan balapan setelah mempertahankan keunggulan dari Lewis Hamilton. Pembalap Ferrari tersebut finis kedua, terpaut 0,799 detik dari Verstappen. Antonelli menyusul di posisi ketiga dengan selisih 4,006 detik dari pemenang.
Hasil tersebut cukup untuk memastikan Antonelli tidak mungkin lagi dikejar dalam klasemen pembalap musim ini. Dengan empat seri tersisa, perolehan poinnya sudah berada di luar jangkauan para pesaing.
Pecahkan Rekor Sebastian Vettel yang Bertahan 16 Tahun
Sebelum Antonelli, Vettel memegang rekor sebagai juara dunia F1 termuda selama 16 tahun. Pembalap Jerman itu merebut gelar pertamanya pada 2010 ketika berusia 23 tahun 134 hari.
Antonelli kini memangkas rekor tersebut dengan selisih lebih dari tiga tahun. Pada usia 20 tahun 68 hari, ia menjadi pembalap termuda yang pernah memenangkan kejuaraan dunia Formula 1.
Pencapaian ini juga menempatkan Antonelli di antara pembalap yang berhasil meraih gelar dunia hanya dalam musim kedua mereka di F1. Sebelumnya, Jacques Villeneuve dan Lewis Hamilton juga mencatatkan gelar pertama pada musim kedua masing-masing.
Keberhasilan Antonelli bukan hanya tentang usia. Ia juga menjadi salah satu pembalap yang mampu mengubah persaingan kejuaraan dalam waktu relatif singkat sejak memulai karier di kelas utama motorsport.
Akhiri Penantian Italia Selama 73 Tahun
Gelar Antonelli memiliki arti khusus bagi Italia. Ia menjadi pembalap Italia pertama yang memenangkan kejuaraan dunia F1 sejak Alberto Ascari pada 1953.
Sebelum Antonelli, hanya dua pembalap Italia yang pernah menjadi juara dunia. Giuseppe Farina memenangkan gelar perdana pada 1950, sedangkan Ascari meraih dua gelar berturut-turut pada 1952 dan 1953.
Dengan demikian, Antonelli menjadi juara dunia ketiga dari Italia sepanjang sejarah Formula 1. Keberhasilannya mengakhiri penantian lebih dari tujuh dekade bagi negara tersebut untuk kembali memiliki juara dunia pembalap.
Musim 2026 juga menjadi periode penting dalam perkembangan kariernya bersama Mercedes. Ia telah mengoleksi sembilan kemenangan Grand Prix dan 16 podium hingga gelar juara dipastikan.
Musim Pertama Antonelli sebagai Juara Dunia
Gelar 2026 menempatkan Antonelli sebagai salah satu nama penting dalam generasi baru Formula 1. Ia berhasil mencapai puncak kompetisi pada musim keduanya, sekaligus melewati rekor yang sebelumnya dipegang Vettel.
Namun, musim belum benar-benar selesai. Setelah GP Meksiko, kalender F1 2026 masih menyisakan Grand Prix São Paulo, Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi.
Bagi Antonelli, empat seri terakhir menjadi kesempatan untuk melanjutkan catatan musim juaranya. Sementara bagi Mercedes, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting dalam persaingan konstruktor.
Dengan gelar yang sudah dipastikan, perhatian kini beralih pada bagaimana Antonelli menutup musim pertamanya sebagai juara dunia dan mempertahankan konsistensi di tengah persaingan Formula 1 yang terus berubah.




Komentar