Entertainment Lifestyle

Talking Heads Rilis Buku Coffee-Table New Feeling Usai 40 Tahun

Talking Heads - Coffee-Table New Feeling
(L-R) David Byrne, Jerry Harrison, Chris Frantz and Tina Weymouth attend SiriusXM's Front Row with Talking Heads hosted by Este Haim at SiriusXM Studios on September 28, 2026 in New York City. Cindy Ord/Getty Images for SiriusXM

Endoxa Asia – Keempat anggota legendaris Talking Heads, David Byrne, Tina Weymouth, Jerry Harrison, dan Chris Frantz, mengumumkan kolaborasi pertama mereka setelah lebih dari empat dekade. Hasilnya bukan album baru, melainkan buku coffee-table berjudul Talking Heads: New Feeling yang rencananya dirilis pada 18 Mei 2027 melalui penerbit Abrams Books. Rolling Stone

Tanggal rilis tersebut tidak terpisah dari peringatan 50 tahun album debut mereka, Talking Heads: 77. David Byrne sendiri menyoroti kesamaan tanggal tersebut dalam video pengumuman yang diunggah akun Instagram resmi Abrams Books.

Lofi Girl Luncurkan Headphone Fisik Lofi Pro Seharga IDR 4juta

Isi Buku: Lirik Tulis Tangan dan Foto Jarang Dilihat

Buku ini menampilkan lirik tulis tangan, sketsa album asli, dan foto pribadi yang sebagian besar tidak keluar dari arsip anggota selama lebih dari 40 tahun. Lirik asli untuk lagu legendaris seperti Psycho Killer dan Life During Wartime akan disertakan, bersama dengan esai asli yang ditulis oleh masing-masing keempat anggota.

Jerry Harrison, gitaris dan multi-instrumentalis, membuka balas tentang proses pengumpulan materi tersebut.

“Untuk buku ini, kami mengeluarkan lirik tulisan tangan, sketsa album asli, dan foto pribadi, sebagian yang tidak keluar dari arsip kami selama lebih dari 40 tahun,” ujarnya seperti dikutip Rolling Stone.

Talking Heads Prepping Career-Spanning Coffee Table Book 'New Feeling' |  Billboard Canada

Kisah dari Rhode Island hingga CBGB

Menurut Chris Frantz, pemain drum, buku ini menceritakan perjalanan tiga mahasiswa seni yang bertemu di Rhode Island School of Design sebelum menemukan jalan menuju CBGB, pusat scene punk dan new wave di New York pada tahun 1970-an.

“Buku kami menceritakan kisah tiga mahasiswa seni yang bertemu di Rhode Island School of Design dan menemukan jalan menuju CBGB, jantung scene punk dan new wave yang sedang berkembang di New York pada tahun 1970,” katanya.

Reuni tanpa Musik Baru

Meskipun keempat anggota duduk bersama untuk buku ini, reuninya tidak menyisakan indikasi adanya album studio baru. Kolaborasi terbaru mereka dimulai dari rilis ulang film konser Stop Making Sense pada 2023 dan 2024, yang memuncak pada apariensi bersama pertama kali setelah bertahun-tahun. Pada September lalu, mereka juga wawancara bersama melalui channel SiriusXM Talking Heads Radio dengan Este Haim sebagai moderator

Pokémon Buka Gerai Permanen Pertama di Luar Asia, London Dipilih untuk 2029

Dalam setahun terakhir, Talking Heads juga merilis kumpulan rekaman awal Tentative Decisions: Demos Live dan memiliki rencana untuk merilis ulang album 1979 mereka, Fear of Music.

Mengapa Buku Ini Muncul Sekarang

Penerbit Abrams Books mengukir buku ini sebagai catatan komprehensif tentang sejarah band, bukan sekadar mercu nostalgia. Tina Weymouth, bassis, mengakui bahwa keempat musikwan berkumpul untuk menyusun buku ini merupakan hal yang unik.

Bagi penggemar, New Feeling hadir sebagai bentuk wujud legasi Talking Heads, meski harapan akan musik baru masih belum terealisasi.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *