Endoxa Asia – Nothing memperluas lini audio premiumnya lewat Headphone (1) Pro, headphone over-ear yang membawa triple-driver, ANC dengan 10 mikrofon, koneksi USB-C lossless, hingga Auracast. Namun, pengalaman pengguna sangat bergantung pada seberapa pas headphone ini menempel di kepala.
Nothing mencoba membuat headphone premium lebih fleksibel

Nothing Headphone (1) Pro resmi diperkenalkan sebagai pengembangan dari Headphone (1) generasi sebelumnya. Kali ini, perusahaan tidak hanya meningkatkan material dan kualitas audio, tetapi juga memasukkan sejumlah fitur yang biasanya lebih mudah ditemukan pada perangkat audio untuk pengguna enthusiast.
Di Amerika Serikat, Headphone (1) Pro dibanderol US$399. Nothing juga memosisikannya sebagai headphone paling canggih yang mereka buat sejauh ini.
Perubahan terbesar ada pada sistem audio. Headphone (1) Pro menggunakan arsitektur triple-driver yang terdiri dari driver dinamis 40 mm untuk bass, precision driver untuk rentang menengah, dan xMEMS driver untuk frekuensi tinggi. Rentang frekuensi yang ditawarkan mencapai 20 Hz hingga 40 kHz.
Nothing juga bekerja sama dengan Metropolis Studios untuk menghadirkan Flat EQ. Mode ini dirancang untuk memberikan karakter suara yang lebih netral dan dapat digunakan ketika pengguna ingin mendengarkan atau mengerjakan audio dengan lebih sedikit pemrosesan.
Di aplikasi Nothing X, pengguna juga dapat mengatur equalizer secara lebih detail. Headphone ini bahkan memungkinkan pengaturan parametric EQ yang lebih fleksibel dibandingkan generasi sebelumnya. Dalam pengujian SoundGuys, kemampuan tersebut menjadi salah satu fitur yang paling menonjol dari Headphone (1) Pro.
Fitur yang membuatnya berbeda bukan hanya soal suara
Daya tarik Headphone (1) Pro justru semakin terlihat ketika melihat konektivitasnya.
Perangkat ini mendukung Bluetooth 6.1, codec AAC, SBC, LDAC dan LC3 untuk Broadcast Audio. Pengguna juga dapat menghubungkannya ke dua perangkat sekaligus dan berpindah sumber audio.
Untuk pengguna yang masih mengandalkan koneksi kabel, tersedia port 3,5 mm sekaligus USB-C audio. Melalui USB-C, headphone dapat menangani audio hingga 24-bit/192 kHz.
Ada pula Auracast, teknologi Bluetooth yang memungkinkan audio disiarkan ke perangkat lain yang kompatibel. Nothing bahkan membuat Headphone (1) Pro dapat berfungsi sebagai pemancar audio, sehingga pengguna bisa membagikan audio yang sedang didengarkan ke perangkat lain di sekitar.
Fitur semacam ini membuat Headphone (1) Pro tidak hanya diposisikan sebagai perangkat untuk mendengarkan musik, tetapi sebagai perangkat audio yang mencoba mengakomodasi lebih banyak skenario penggunaan.
ANC kuat, tetapi fit tetap menjadi faktor penting
Nothing membekali Headphone (1) Pro dengan sistem Adaptive Active Noise Cancellation dan 10 mikrofon. Perusahaan mengklaim kemampuan ANC hingga 46 dB, dengan sistem yang juga mempertimbangkan kondisi sekitar dan posisi ear cup.
Dalam pengujian SoundGuys, headphone mampu mengisolasi sekitar 78,2 persen suara dari luar, sementara rata-rata atenuasi dengan ANC aktif mencapai 87,4 persen dalam pengujian laboratorium. Namun, hasil penggunaan sebenarnya dapat berubah karena posisi headphone di kepala.
Ini menjadi salah satu catatan terpenting dari Headphone (1) Pro.
Reviewer SoundGuys menemukan bahwa mendapatkan seal yang ideal tidak selalu mudah. Gerakan rahang ketika berbicara atau mengunyah dapat mengubah posisi bantalan dan menurunkan efektivitas isolasi. Pengguna berkacamata atau memiliki rambut yang mengganggu area sekitar ear cup juga dapat mengalami hasil berbeda.
Dengan kata lain, angka ANC di spesifikasi tidak otomatis menggambarkan pengalaman setiap pengguna.
Desain premium tetap membawa karakter khas Nothing

Secara visual, Nothing mempertahankan pendekatan transparan yang menjadi identitas produknya.
Headphone (1) Pro menggunakan aluminium, titanium dan 9H Panda Glass. Bagian internal tertentu tetap dapat terlihat melalui panel transparan pada ear cup. Lengan headphone juga menggunakan titanium alloy yang menurut Nothing dibuat 45 persen lebih ringan dibandingkan lengan Headphone (1).
Bobot perangkat berada di angka 327 gram. Nothing juga meningkatkan bantalan dengan ear cushion yang diklaim 50 persen lebih lembut, headband yang 10 persen lebih lebar dan padding yang 12 persen lebih tebal dibandingkan model sebelumnya.
Namun, peningkatan kenyamanan tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan persoalan bobot dan fit. SoundGuys mencatat bobot 327 gram masih cukup terasa, meskipun bantalan yang lebih lembut membantu ketika headphone digunakan selama beberapa jam.
Headphone ini juga memiliki sertifikasi IP52. Artinya, perlindungannya bukan ditujukan untuk penggunaan dalam kondisi sangat basah atau aktivitas olahraga dengan paparan air yang tinggi.
Baterai mencapai 68 jam, tetapi ANC memangkas durasi
Nothing mengklaim Headphone (1) Pro mampu digunakan hingga 68 jam ketika ANC dimatikan. Dengan ANC aktif, angka tersebut turun menjadi hingga 30 jam. Pengisian cepat selama lima menit juga diklaim memberikan hingga empat jam pemutaran ketika ANC dimatikan.
SoundGuys belum melakukan pengujian baterai final pada saat review awalnya, sehingga angka tersebut masih diperlakukan sebagai klaim resmi Nothing.
Headphone (1) Pro masuk kelas yang lebih serius
Kehadiran Headphone (1) Pro menunjukkan perubahan posisi Nothing di pasar audio. Jika Headphone (1) sebelumnya menjadi pintu masuk perusahaan ke kategori headphone over-ear, versi Pro membawa Nothing lebih jauh ke segmen premium dengan fitur yang ditujukan tidak hanya untuk pendengar kasual.
Triple-driver, parametric EQ, Flat EQ, USB-C lossless, 3,5 mm, Auracast dan spatial audio memberikan ruang eksplorasi yang cukup luas. Nothing juga menyediakan lima mode Spatial Audio dan dukungan head tracking melalui Nothing X.
Namun, banyaknya fitur tidak otomatis membuatnya cocok untuk semua orang.
SoundGuys memberikan perhatian khusus pada persoalan fit karena seal yang kurang sempurna dapat memengaruhi ANC sekaligus karakter bass. Pengujian mereka juga menemukan anomali tertentu pada pengukuran unit pertama dan Nothing kemudian menawarkan unit lain untuk pengujian lanjutan. Karena itu, hasil pengukuran tersebut masih perlu dibaca dengan hati-hati.
Di Indonesia, Headphone (1) Pro dijadwalkan tersedia pada pertengahan Oktober 2026. Nothing belum mengumumkan harga resmi Indonesia maupun kanal penjualannya ketika produk diperkenalkan.
Pada akhirnya, Headphone (1) Pro menarik bukan semata karena harganya atau jumlah drivernya. Produk ini memperlihatkan bagaimana Nothing mencoba membawa fitur yang selama ini lebih dekat dengan pengguna audio enthusiast ke perangkat yang tetap dirancang untuk kebutuhan sehari-hari.
Bagi pengguna yang hanya membutuhkan ANC dan musik tanpa banyak pengaturan, sebagian fitur tersebut mungkin tidak terlalu penting. Namun bagi mereka yang ingin mengutak-atik karakter suara, menggunakan koneksi kabel, berbagi audio lewat Auracast, atau berpindah antara penggunaan kasual dan kebutuhan audio yang lebih serius, pendekatan Nothing menawarkan lebih banyak kemungkinan.
“Kami merancangnya untuk memberikan lebih banyak kebebasan dan fleksibilitas dalam pengalaman mendengarkan sehari-hari,” ujar CEO dan co-founder Nothing, Carl Pei, mengenai Headphone (1) Pro.



Komentar