Endoxa Asia – Eczema sering kali dikenali melalui apa yang terlihat: kulit yang memerah, kering, terasa gatal, atau flare-up yang datang kembali. Namun, pengalaman hidup dengan eczema tidak berhenti pada permukaan kulit.

Di balik gejala tersebut, ada rutinitas yang perlu disesuaikan, kekhawatiran ketika kondisi kembali memburuk, hingga keluarga yang ikut belajar memahami kebutuhan seseorang yang mereka sayangi. Dalam konteks inilah, perjalanan eczema menjadi sesuatu yang jauh lebih personal daripada sekadar persoalan kulit.
Melalui talkshow “Beyond the Flare, Every Skin Has a Story” di ERHA Center Iskandarsyah, Jakarta, Jumat, 25 September 2026, ERHA Ultimate mempertemukan dermatolog, pasien, dan caregiver untuk membicarakan sisi eczema yang kerap luput dari perhatian.
Melampaui Apa yang Terlihat
Dalam dermatologi, eczema atau dermatitis atopik merupakan kondisi yang dapat berlangsung dalam jangka panjang dan mengalami kekambuhan. Faktor genetik, kondisi skin barrier, lingkungan, hingga berbagai pemicu individual dapat berperan dalam munculnya l
Namun, tingkat keparahan yang terlihat pada kulit tidak selalu menggambarkan keseluruhan pengalaman seseorang. Pedoman NICE mencatat bahwa dampak kondisi kulit terhadap kualitas hidup dapat berbeda dari tingkat keparahan gejala yang terlihat.
Karena itu, pengelolaan eczema tidak semata-mata berbicara mengenai apa yang dilakukan ketika flare-up muncul. Pemahaman terhadap pola kondisi kulit dan kebutuhan individual menjadi bagian dari perjalanan perawatan.
“Penanganan eczema bukan sekadar tentang meredakan keluhan saat gejala memburuk. Mengingat kondisi ini memiliki penyebab dan pencetus yang multifaktorial, pemahaman yang komprehensif terhadap kulit sangatlah penting, sehingga terapi dapat disesuaikan secara spesifik untuk setiap pasien,” ujar dr. Tomi Nugraha, Sp.DVE, Dermatologist ERHA Ultimate.
Pendekatan tersebut juga menempatkan konsultasi dengan dermatolog sebagai proses yang dapat berkembang mengikuti perubahan kondisi dan kebutuhan kulit seseorang.

Every Skin Has a Story
Ada sisi lain dari eczema yang tidak selalu berada di ruang konsultasi dokter.
Dalam acara tersebut, ERHA Ultimate menghadirkan Fitri Said atau Mama Kaluna, seorang ibu yang mendampingi anak dengan eczema sekaligus menjalani perawatan sebagai pasien ERHA Ultimate.
Kisah tersebut memperlihatkan bahwa eczema dapat menjadi perjalanan yang dijalani bersama. Ketika pasien adalah seorang anak, misalnya, orang tua dapat turut terlibat dalam mengenali perubahan kulit, menyesuaikan rutinitas, memahami pemicu, serta memastikan proses perawatan berlangsung secara konsisten.
Penelitian juga menunjukkan bahwa dampak dermatitis atopik dapat meluas kepada caregiver. Sebuah systematic review dan meta-analysis terhadap 70 penelitian dengan total 33.291 partisipan menemukan bahwa dermatitis atopik pada pasien berkaitan dengan berbagai dampak terhadap kualitas hidup caregiver, termasuk aspek emosional, tidur, kelelahan, dan beban finansial.
Dengan demikian, perhatian terhadap caregiver bukan sekadar pelengkap dalam perjalanan perawatan. Bagi sebagian keluarga, mereka merupakan bagian dari perjalanan tersebut.
Ketika Kebutuhan Kulit Terus Berubah
Kulit juga tidak berada dalam kondisi yang sama sepanjang hidup.
Perubahan biologis dan hormonal dapat membawa perubahan pada kebutuhan kulit. Dalam diskusi yang dihadirkan ERHA Ultimate, fase perimenopause, menopause, hingga postmenopause menjadi salah satu konteks yang turut dibahas.
Perspektif tersebut memperkuat gagasan bahwa tidak ada satu pendekatan yang otomatis berlaku untuk setiap orang. Kondisi kulit perlu dipahami dalam konteks individu, fase kehidupan, kebiasaan sehari-hari, serta respons terhadap perawatan.
Karena itu, pendekatan jangka panjang menjadi penting. Bukan hanya bagaimana merespons flare-up ketika muncul, tetapi juga bagaimana memahami kondisi kulit ketika berada dalam periode yang lebih terkendali.

FOR EVERY SKIN YOU CARE FOR
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan ERHA Ultimate melalui kampanye FOR EVERY SKIN YOU CARE FOR.
Alih-alih memandang perawatan hanya sebagai hubungan antara pasien dan dokter, kampanye ini memperluas definisi care kepada orang-orang yang hadir di sekitar pasien, mulai dari orang tua, pasangan, anak, hingga keluarga terdekat.
“Melalui FOR EVERY SKIN YOU CARE FOR, kami ingin mengingatkan bahwa di balik setiap kondisi kulit, selalu ada seseorang yang sedang berusaha memahami dan merawat, baik dirinya sendiri maupun orang yang ia sayangi,” ujar Alisa Agustine, GM Marketing of Erha Clinic Group.
Pesan tersebut menjadi relevan ketika eczema dilihat bukan hanya sebagai kondisi dermatologis, tetapi juga sebagai pengalaman yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari pasien dan orang-orang di sekitarnya.
Merawat Bukan Sekadar Menunggu Flare-Up
Pada akhirnya, “Beyond the Flare, Every Skin Has a Story” membawa percakapan eczema ke ruang yang lebih luas.
Ada aspek medis yang perlu dipahami. Ada kebiasaan yang perlu diperhatikan. Ada perubahan kulit yang perlu dikenali. Dan ada manusia di balik semuanya.
World Atopic Eczema Day yang diperingati setiap 14 September sendiri menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai atopic eczema dan dampaknya terhadap pasien serta keluarga. Pada 2026, kampanye global tersebut turut mengangkat konsep invisible burden, menyoroti beban yang tidak selalu dapat dilihat dari kondisi kulit seseorang.
Dalam konteks itu, melihat eczema beyond the flare berarti melihat lebih jauh dari apa yang tampak.
Sebab setiap kulit memiliki ceritanya sendiri. Dan dalam perjalanan merawatnya, memahami seseorang mungkin sama pentingnya dengan memahami kondisi kulitnya.



Komentar