
Key Insights
- Terinspirasi artefak manusia purba dan seni Brancusi.
- Setiap jam dipahat tangan oleh artisan yang pernah berpameran di Louvre.
- Edisi terbatas 100 unit memadukan craftsmanship dan mekanisme Swiss.
Melalui A1 Prehistoric, rumah jam independen tersebut menghadirkan sebuah karya yang justru merayakan tekstur, jejak tangan manusia, dan ketidaksempurnaan sebagai bentuk keindahan yang paling autentik. Hasilnya bukan sekadar jam tangan edisi terbatas, melainkan sebuah objek koleksi yang menghubungkan masa prasejarah dengan keterampilan kontemporer.
Inspirasi A1 Prehistoric bermula dari kunjungan pendiri Anoma ke pameran patung Constantin Brancusi di Centre Pompidou, Paris. Di sana, perhatian tertuju pada artefak-artefak primitif yang pernah dikoleksi sang seniman. Permukaan yang kasar, bentuk yang sederhana, serta bekas pahatan yang lahir ribuan tahun silam menghadirkan gagasan bahwa kreativitas manusia paling murni justru muncul sebelum estetika dihiasi oleh ornamen yang berlebihan.


Pandangan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi desain yang memadukan bahasa horologi modern dengan pendekatan artisan. Setiap casing dan buckle berbahan baja tahan karat dipahat secara manual selama sekitar lima jam oleh pengukir Prancis, Steven Brunel, yang karyanya pernah dipamerkan di Louvre. Dari bengkelnya di kawasan Loire, Brunel sengaja membiarkan permukaan logam memiliki tekstur yang tidak seragam, menciptakan karakter yang berbeda pada setiap unit sehingga tidak ada dua jam yang benar-benar identik.
Pendekatan serupa berlanjut pada dial berwarna anthracite. Alih-alih mengandalkan proses finishing industri, permukaan dial dibentuk melalui sekitar 600 guratan individual yang dipahat satu per satu di atas dasar kuningan. Teknik tersebut menghasilkan efek sunburst yang subtil sekaligus menghadirkan nuansa visual menyerupai batu dan batu api, material yang menjadi bagian penting dalam sejarah awal peradaban manusia.
Di balik tampilannya yang ekspresif, A1 Prehistoric tetap dirancang sebagai jam tangan yang nyaman dikenakan sehari-hari. Dimensinya mencapai 39 mm x 38 mm dengan ketebalan 9,45 mm, namun bentuk segitiga khas tanpa lug membuatnya terasa lebih ringkas di pergelangan tangan. Mesin otomatis Swiss Sellita SW100 melengkapi konstruksinya, bersama ketahanan air hingga 50 meter dan strap kulit Italia berwarna abu-abu bertekstur grain yang mempertegas kesan understated.


Lebih dari sekadar produk horologi, A1 Prehistoric mencerminkan pergeseran apresiasi di kalangan kolektor terhadap karya yang mengedepankan karakter dibanding kesempurnaan mekanis semata. Nilai sebuah jam tidak lagi hanya diukur dari komplikasi atau material mulia, tetapi juga dari cerita, proses penciptaan, serta sentuhan manusia yang membentuk setiap detailnya. Dalam konteks tersebut, setiap bekas pahatan menjadi bagian dari identitas, bukan kekurangan yang harus disembunyikan.
Diproduksi hanya sebanyak 100 unit untuk tahun ini, A1 Prehistoric dipasarkan dengan harga £2.900 atau sekitar US$3.700 dan telah tersedia untuk dipesan melalui situs resmi Anoma, dengan pengiriman dijadwalkan mulai Oktober. Di tengah industri yang semakin dipenuhi proses manufaktur presisi, karya ini menjadi pengingat bahwa kemewahan sejati sering kali lahir dari kesabaran, keterampilan tangan, dan penghormatan terhadap jejak sejarah yang membentuknya.



