
Key Insights
- Pemerintah mendukung revitalisasi berbagai peninggalan sejarah Mohammad Hatta, termasuk rumah kelahiran dan rumah pribadinya.
- Kementerian Kebudayaan akan mengembangkan museum dan materi edukasi tentang Bung Hatta, mulai dari penataan pameran hingga penerjemahan buku ke bahasa Inggris.
- Upaya pelestarian dinilai penting untuk menjaga nilai perjuangan dan pemikiran Bung Hatta agar tetap relevan bagi generasi mendatang.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan dukungan tersebut saat bertemu dengan Meutia Hatta, putri Bung Hatta, di Jakarta, Senin. Menurut Fadli, berbagai peninggalan Bung Hatta perlu dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran sejarah sekaligus destinasi edukasi bagi masyarakat.
“Saya harap rumah beliau dijadikan sebagai destinasi dan dimanfaatkan,” ujar Fadli.
Pemerintah juga berencana meresmikan Museum Hatta dan Syahrir di Sukabumi, Jawa Barat. Lokasi tersebut memiliki nilai historis karena pernah menjadi tempat pengasingan Bung Hatta bersama Sutan Sjahrir pada masa perjuangan kemerdekaan.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan akan membantu penataan pameran di Rumah Kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi, Sumatra Barat. Pengembangan museum akan disusun berdasarkan lini masa perjalanan hidup Bung Hatta dan dilengkapi berbagai koleksi, termasuk foto dan buku-buku yang berkaitan dengan pemikirannya.
“Kita akan bantu tata pamer tempat kelahiran Bung Hatta, sesuai dengan lini masa perjalanan Bung Hatta. Termasuk foto-foto dan buku-buku beliau,” kata Fadli.
Upaya revitalisasi tersebut tidak hanya bertujuan menjaga bangunan bersejarah, tetapi juga memperkuat pemahaman publik terhadap kontribusi Bung Hatta dalam perjalanan bangsa. Pemerintah juga menyiapkan sayembara pembuatan film sejarah, termasuk film mengenai Bung Hatta, serta penerjemahan buku-buku tentang dirinya ke dalam bahasa Inggris agar pemikirannya dapat dikenal lebih luas.
Kementerian Kebudayaan turut mengusulkan agar rumah Bung Hatta di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Langkah ini dipandang penting mengingat Bung Hatta memiliki peran sentral dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan fondasi negara Indonesia.
Meutia Hatta menyambut positif rencana revitalisasi tersebut. Menurutnya, rumah dan berbagai peninggalan Bung Hatta menyimpan narasi penting mengenai sejarah perjuangan kemerdekaan yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sebelumnya, pada 26 Juni lalu, Fadli Zon mengunjungi Rumah Kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi. Dalam kesempatan itu, ia menilai Bung Hatta sebagai tokoh bangsa yang dikenal memiliki integritas, kedisiplinan, dan kejujuran, sekaligus seorang pemikir besar yang turut merumuskan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33 mengenai perekonomian nasional.
Pemerintah juga mendorong kajian yang lebih mendalam mengenai kehidupan dan pemikiran Bung Hatta berdasarkan sumber-sumber yang valid. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi landasan pengembangan museum agar tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan artefak, melainkan ruang inspirasi dan pembelajaran sejarah bagi masyarakat, terutama generasi muda Indonesia.



