
Key Insights
- Ribuan pengunjung memadati MBloc Space saat semifinal POTEK Dance Fest 2026 wilayah Jabodetabek dan Kalimantan berlangsung.
- Dance semakin dipandang sebagai bagian dari gaya hidup aktif sekaligus ruang ekspresi kreatif bagi anak muda.
- Arteez menjadi juara semifinal Jakarta dan melaju ke Grand Final di Yogyakarta bersama para pemenang dari kota-kota lainnya.
Suasana di area mural MBloc mendadak berubah menjadi arena pertunjukan. Sorak penonton bersahut-sahutan setiap kali satu tim menyelesaikan koreografi mereka. Di atas panggung, sepuluh tim dance dari Jabodetabek dan Pontianak bergantian menampilkan identitas masing-masing, dari gerakan yang presisi hingga konsep pertunjukan yang dirancang untuk meninggalkan kesan.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana dance semakin menempati ruang yang lebih luas di kalangan anak muda. Ia tidak lagi sekadar aktivitas komunitas atau hobi yang tumbuh di studio-studio kecil, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup urban yang menyatukan ekspresi, olahraga, dan hiburan dalam satu pengalaman.
Tingginya antusiasme di Jakarta juga menjadi gambaran bahwa aktivitas bergerak mulai dipandang dengan cara yang berbeda.
“Dance semakin diterima sebagai aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendukung gaya hidup aktif,” kata Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health, Andry Mahyudi.
Tim yang tampil di semifinal Jakarta terdiri dari M4Y, Mayor Dancer, Limited All Star, Xavalon, Arteez, Cleta DC, Elfive, Code-X, Gradisi, dan A-Youngz. Mereka dinilai oleh koreografer Arinto Sapto Nugroho dan Ajito.
Menurut Arinto, perkembangan komunitas dance di berbagai daerah terlihat semakin positif. “Setiap tim membawa karakter dan identitas yang berbeda-beda,” ujarnya.
Baginya, yang paling penting bukan hanya persaingan, melainkan kemampuan peserta menunjukkan energi, kreativitas, dan konsistensi di atas panggung.

Kompetisi tersebut juga dipadukan dengan berbagai aktivitas lain yang membuat pengunjung bertahan lebih lama di area acara. Dipandu oleh MC Syamanda, acara diisi penampilan Teuku Rizky dan pertunjukan stand-up comedy dari Ejja Saputra. Format seperti ini memperlihatkan bagaimana sebuah kompetisi dance kini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan berkembang menjadi peristiwa sosial yang menggabungkan beragam bentuk hiburan.
Baca juga: Final Piala Dunia Menjadi Panggung Pop Global
Dari hasil penilaian, Arteez keluar sebagai juara semifinal Jakarta dan menjadi tim kedua yang memastikan tempat di Grand Final POTEK Dance Fest 2026 di Yogyakarta. Mereka akan bergabung dengan InMotion Dance House, pemenang semifinal Medan, serta para juara dari Bandung, Solo, Surabaya, dan Makassar yang masih akan bertanding dalam beberapa pekan ke depan.
Babak final di Yogyakarta nantinya akan memperebutkan hadiah utama senilai Rp50 juta dan kesempatan berangkat ke Jepang. Namun, di luar persoalan hadiah, perjalanan festival ini memperlihatkan sesuatu yang lebih menarik: dance semakin diterima sebagai medium yang menghubungkan komunitas, membuka ruang ekspresi, sekaligus mengubah aktivitas bergerak menjadi pengalaman bersama yang dirayakan banyak orang.



