
Key Insights
- Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3 diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
- Kompetisi tahun ini digelar di Jakarta dan Bali untuk memperluas partisipasi dan mendorong kreativitas di industri minuman.
- Pemanfaatan bahan baku lokal seperti rempah dan buah-buahan khas Indonesia menjadi tren yang semakin kuat di kalangan mixologist.
Kompetisi tahunan tersebut digelar sebagai wadah bagi para mixologist profesional maupun masyarakat umum untuk menampilkan kreativitas dalam menciptakan racikan minuman. Tahun ini, penyelenggaraan diperluas melalui babak eliminasi di Jakarta pada 27 Juni 2026 dan Bali pada 23 Juli 2026, yang dilanjutkan dengan grand final di Atlas Beach Club, Bali.
Juri Polaris Mixologist Competition 2026, Arey Barker, mengatakan kompetisi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di industri F&B. Menurut dia, ajang kompetisi dapat menjadi sarana bagi para mixologist untuk mengukur kemampuan sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru.
“Kompetisi menjadi salah satu wadah sekaligus tolok ukur bagi para mixologist untuk mengembangkan kemampuan mereka. Saat berkompetisi, setiap peserta akan berusaha menampilkan yang terbaik. Tahun ini saya melihat banyak talenta muda bermunculan dengan kreativitas yang luar biasa,” ujar Arey Barker di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026).
Arey menilai salah satu tren yang menonjol tahun ini adalah meningkatnya penggunaan bahan-bahan alami khas Indonesia sebagai identitas dalam kreasi minuman. Menurut dia, para peserta semakin banyak memanfaatkan bahan lokal yang tumbuh dan diproduksi di Indonesia.
“Sekarang para mixologist semakin senang menggunakan bahan-bahan yang tumbuh dan diproduksi di Indonesia. Mereka memadukan berbagai natural ingredients lokal menjadi kreasi minuman yang unik,” kata Arey.

Berbagai bahan lokal seperti nangka, andaliman, kecombrang, kunyit, pandan, jahe, citrus, hingga srikaya banyak digunakan dalam kreasi peserta. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut dinilai memperkaya cita rasa sekaligus menunjukkan potensi Indonesia sebagai sumber inspirasi bagi perkembangan budaya mixology.
Baca juga: Mencari Glow Lewat Gerak, Bukan Sekadar Produk Perawatan
Deputy Managing Director Cosmetics, Consumer & Health Care PT Tempo Scan Pacific Tbk, Winny Yunitawati, mengatakan penyelenggaraan kompetisi merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung perkembangan industri minuman di Indonesia.
“Kami melihat industri food and beverage di Indonesia berkembang cukup baik dari tahun ke tahun. Polaris ingin menjadi enabler of beverage creativity, yaitu menghadirkan wadah bagi talenta-talenta terbaik Indonesia untuk terus berkreasi dan berinovasi menciptakan minuman yang menarik,” ujar Winny.
Menurut Winny, perluasan penyelenggaraan di dua kota dilakukan untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi peserta dari berbagai daerah.
“Tahun ini kami mengadakan eliminasi di Jakarta dan Bali, kemudian grand final akan berlangsung di Bali. Dengan dukungan platform digital, siapa pun dari berbagai daerah bisa mengikuti kompetisi sehingga jumlah peserta tahun ini jauh lebih banyak,” ucapnya.
Pertumbuhan industri F&B juga sejalan dengan perkembangan sektor pariwisata dan hospitality. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pariwisata Indonesia tumbuh 14,01% pada periode Januari hingga Mei 2025, didorong oleh meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Kondisi tersebut turut meningkatkan aktivitas di hotel, restoran, kafe, dan berbagai ruang gaya hidup.
Baca juga: Di Puncak The Skywaters, AMAN Merancang Cara Baru Menikmati Kota
Perkembangan tersebut membuat pengalaman menikmati makanan dan minuman semakin menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat. Minuman tidak lagi dipandang sekadar sebagai pelepas dahaga, tetapi juga sebagai elemen yang melengkapi pengalaman bersantap dan aktivitas rekreasi.

Selain menggelar kompetisi, Polaris juga memperkenalkan varian produk terbaru, Sparkling Water, yang melengkapi lini produknya yang kini terdiri atas Soda Water, Coffee Cream, Sarsaparilla, Bitter Lemon, Ginger Ale, dan Sparkling Water. Seluruh varian tersebut dapat digunakan peserta sebagai bahan dasar dalam merancang kreasi minuman selama kompetisi berlangsung.
Ke depan, Polaris berharap kompetisi ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang mempertemukan mixologist, pelaku industri, dan masyarakat dalam mendorong inovasi serta memperkuat pemanfaatan bahan baku lokal sebagai identitas industri minuman Indonesia.



