
Key Insights
- RANS menargetkan dana IPO hingga Rp429,25 miliar melalui penerbitan 2,53 miliar saham baru atau 20,02% dari modal setelah IPO.
- Mayoritas dana difokuskan untuk ekspansi bisnis, termasuk konser nasional, pembangunan Cipungland, pengembangan AI, serta akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia, di samping pelunasan sebagian utang.
- IPO menjadi langkah strategis diversifikasi bisnis, memperluas eksposur perusahaan dari media dan hiburan menuju teknologi berbasis AI dan consumer brand sebagai sumber pertumbuhan jangka panjang.
Berdasarkan prospektus awal di laman e-IPO, perseroan dengan kode saham RANS menawarkan sebanyak 2,53 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Saham tersebut ditawarkan pada kisaran harga Rp135 hingga Rp170 per saham melalui masa bookbuilding yang berlangsung pada 23 hingga 25 Juni 2026. Dengan kisaran harga tersebut, perusahaan berpotensi meraih dana maksimal sekitar Rp429,25 miliar.
PT Trimegah Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Jika berjalan sesuai jadwal, saham RANS akan mulai diperdagangkan di BEI pada 10 Juli 2026.
Perseroan mengalokasikan hasil IPO untuk mendukung sejumlah agenda strategis yang mencerminkan diversifikasi model bisnis. Sekitar 6,98% dana bersih akan digunakan untuk pelunasan lebih awal pokok utang kepada Bank Negara Indonesia sebagai bagian dari optimalisasi struktur keuangan.
Di sisi ekspansi, sekitar 18,64% dana dialokasikan sebagai belanja modal untuk pengembangan wahana bermain dan edukasi Cipungland, sementara 37,61% akan digunakan sebagai belanja operasional penyelenggaraan konser di berbagai kota di Indonesia. Langkah ini memperlihatkan fokus perusahaan memperluas sumber pendapatan berbasis pengalaman (experience-based entertainment), seiring meningkatnya permintaan terhadap industri hiburan pascapandemi.
Perseroan juga mulai memperluas eksposur ke sektor teknologi. Sebesar 8,15% dana IPO akan digunakan untuk membentuk entitas usaha baru bersama PT Global Teknologi yang berfokus pada pengembangan bisnis berbasis AI. Investasi tersebut mencerminkan upaya RANS mengintegrasikan teknologi ke dalam ekosistem media dan hiburan, sebuah tren yang semakin berkembang di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, sekitar 19,80% dana akan digunakan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina). Akuisisi ini memperkuat strategi diversifikasi pendapatan di luar bisnis inti media dan entertainment melalui pengembangan lini consumer brand. Sisa dana akan disalurkan sebagai tambahan modal kepada entitas anak untuk mendukung ekspansi usaha.
RANS saat ini menjalankan bisnis yang mencakup media digital, hiburan, event, hingga pengelolaan intellectual property. Perseroan didirikan dengan nama PT RNR Film Internasional sebelum berganti menjadi PT Rans Entertainmen Indonesia pada Juli 2021. Setelah beroperasi secara komersial sejak 2018, perusahaan memindahkan kantor pusatnya dari Kemang, Jakarta Selatan, ke Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, pada Februari 2025.
Rencana IPO ini mencerminkan perubahan strategi perusahaan media yang semakin mengandalkan pasar modal sebagai sumber pendanaan untuk memperluas portofolio bisnis. Di tengah konvergensi industri media, hiburan, teknologi, dan consumer business, keberhasilan eksekusi ekspansi pasca-IPO akan menjadi faktor utama dalam menentukan kemampuan RANS menciptakan pertumbuhan jangka panjang serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham.



