Endoxa Asia – British Pullman, A Belmond Train, England memperkenalkan Celia, gerbong private dining dan events yang dirancang oleh sutradara Baz Luhrmann dan Catherine Martin, desainer kostum dan produksi pemenang Oscar. Terletak di dalam gerbong Pullman asli dari 1932, Celia menggabungkan sejarah perjalanan kereta Inggris dengan dunia sinema, teater, dan kemewahan yang sangat teatrikal.
Kisah di balik ruang tersebut kini kembali disorot melalui episode terbaru serial Creative Act milik Belmond. Film pendek ini membawa penonton ke balik proses kreatif Luhrmann dan Martin, mulai dari gagasan naratif hingga detail interior yang membuat Celia terasa lebih seperti sebuah set film yang bergerak daripada sekadar gerbong kereta.
Baz Luhrmann Membawa Dunia Sinema ke British Pullman
Celia tidak berangkat dari konsep interior semata. Luhrmann dan Martin terlebih dahulu menciptakan sosok fiktif bernama Celia, seorang bintang West End pada 1932 yang diceritakan memiliki hubungan dengan dunia teater London dan pernah memerankan Titania dalam A Midsummer Night’s Dream karya William Shakespeare.
Dalam cerita tersebut, Celia mendapat sebuah gerbong Pullman pribadi. Narasi fiktif inilah yang kemudian menjadi fondasi desain gerbong sebenarnya, menciptakan dunia yang memadukan Shakespeare, lanskap Inggris, sejarah teater, dan estetika sinematik khas Baz Luhrmann.
Baz Luhrmann menjelaskan bahwa proyek ini memang sejak awal dirancang untuk mendorong kreativitas dan kemewahan sejauh mungkin.
“Kami menginginkan sebuah cerita yang memungkinkan kami mendorong kreativitas, kemewahan, dan keunikan sejauh yang kami bisa.”
Menurut Baz Luhrmann, seluruh elemen Celia kemudian dibangun dari karakter dan cerita tersebut, sehingga detail seperti piring, panel kayu, hingga tata ruang memiliki hubungan dengan dunia yang mereka ciptakan.
Interior Celia dibuat seperti sebuah pertunjukan
Pengalaman di dalam Celia dirancang mengikuti ritme sebuah pertunjukan. Dua tirai beludru berukuran besar menjadi elemen penting yang secara visual memisahkan area bar dan lounge dari ruang makan.
Bar lounge menghadirkan lantai parquet, panel dengan motif floral, figur peri, serta sofa velvet ungu dengan detail tassel. Sementara itu, ruang makan membawa nuansa yang lebih dramatis melalui marquetry bermotif lanskap Inggris, kursi bernuansa hijau dan marun, serta langit-langit kaca yang diberi pencahayaan dari belakang.
Bunga pansy juga menjadi motif penting. Dalam dunia Shakespeare, bunga tersebut memiliki hubungan dengan A Midsummer Night’s Dream, sementara dalam konteks sejarah Inggris, pansy juga membawa simbolisme nostalgia, cinta, dan romansa terlarang pada era Victoria.
Material menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut. Martin menggandeng sejumlah pengrajin dan produsen Inggris, termasuk Dunn & Son untuk marquetry, Bill Cleyndert untuk furnitur bespoke, Tony Sandles Bespoke Glass Studio, Hand & Lock, serta J.K Interiors.
Untuk meja makan, Duchess China mengerjakan tampilan tableware, sementara David Mellor menyediakan cutlery dan Waterford Crystal menjadi bagian dari pilihan glassware. Bahkan aroma khas untuk Celia dipilih langsung oleh Luhrmann dan Martin.
Kereta yang dirancang untuk berubah sesuai suasana
Yang membuat Celia berbeda dari gerbong dining biasa adalah kemampuannya untuk berubah mengikuti kebutuhan penggunanya.
Gerbong ini menampung hingga 12 tamu dan dilengkapi lounge, bar, ruang makan, dapur serta area hiburan. Tirai dapat dibuka untuk mengubah suasana menjadi ruang pertunjukan dengan panggung dan dance floor. Pertunjukan live, playlist khusus, hingga DJ set dapat disiapkan sesuai kebutuhan.
Belmond juga menempatkan personalisasi sebagai bagian utama dari pengalaman tersebut. Setiap pemesanan mendapat akses ke guest experience curator yang membantu merancang perjalanan, mulai dari menu dan preferensi wine hingga pengalaman di luar kereta.
Untuk kuliner, tamu dapat menentukan pilihan menu tiga hidangan sebelumnya. Celia juga memiliki daftar cocktail khusus yang dikembangkan oleh Monica Berg, co-founder Tayer + Elementary.
Dengan kapasitas yang sangat terbatas, konsep tersebut membuat Celia lebih menyerupai ruang privat bergerak daripada fasilitas tambahan dalam perjalanan kereta.
Harga eksklusif untuk 12 orang
Celia tersedia untuk penggunaan eksklusif dalam perjalanan British Pullman dengan kapasitas maksimal 12 orang. Harga pemesanan privat dimulai dari £15.000, termasuk transfer di wilayah Greater London.
Jika dikonversikan secara kasar menggunakan kurs £1 sekitar Rp22.000, angka tersebut berada di kisaran Rp330 juta. Harga aktual dalam rupiah tentu mengikuti nilai tukar yang berlaku.
Celia sendiri resmi hadir di British Pullman pada Mei 2026. Sebelumnya, gerbong tersebut diperkenalkan kepada publik melalui peluncuran yang turut dihadiri sejumlah nama besar dari dunia mode, film, dan olahraga, termasuk Anna Wintour, Tom Ford, Stella McCartney, Roger Federer, dan Mirka Federer.
Namun daya tarik Celia bukan semata daftar nama di balik proyeknya. Konsep ini menunjukkan bagaimana luxury travel semakin bergeser dari sekadar fasilitas premium menuju pengalaman yang memiliki narasi, karakter, dan identitas visual yang kuat.
Catherine Martin menggambarkan pendekatan tersebut sebagai ruang yang sengaja dibuat agar penumpang dapat membangun cerita mereka sendiri.
“Desain utama dibangun berdasarkan storytelling dan bagaimana tamu menciptakan narasi mereka sendiri di dalam dunia Celia.”
Pada akhirnya, perjalanan dengan Celia bukan hanya tentang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Gerbong ini mencoba menjadikan perjalanan itu sendiri sebagai bagian dari pertunjukan, dengan lanskap Inggris yang bergerak di balik jendela, hidangan di meja, dan interior yang terasa seperti sebuah dunia sinematik yang sedang berlangsung.




Komentar