Tekno AI

Pusat Data LG CNS dan Sinar Mas Hampir Diuji Coba, Isu Listrik dan Air Jadi Sorotan

Pusat Data LG CNS dan Sinar Mas Hampir Diuji Coba, Isu Listrik dan Air Jadi Sorotan
Pusat Data LG CNS dan Sinar Mas Hampir Diuji Coba, Isu Listrik dan Air Jadi Sorotan

Endoxa Asia – Pembangunan pusat data yang digarap LG CNS dan Sinar Mas di Indonesia mendekati tahap pengujian. Fasilitas yang dikembangkan melalui kolaborasi bisnis tersebut dijadwalkan mulai menjalani uji coba pada 1 Desember 2026, menurut keterangan Presiden Direktur PT LG CNS Indonesia, Mark Mansik Won, dalam wawancara dengan detikINET pada 21 Oktober 2026.

Proyek ini berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur untuk layanan digital, komputasi awan, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, ekspansi pusat data juga membawa persoalan yang perlu diperhitungkan, terutama kebutuhan listrik dan air serta dampaknya bagi masyarakat di sekitar fasilitas.

AI Masuk Peternakan, Kamera Pintar Bantu Deteksi Sapi Sakit Lebih Cepat

Mark mengatakan kolaborasi tersebut menggabungkan kemampuan teknologi LG CNS dengan jaringan bisnis dan pelanggan Sinar Mas. Pusat data itu disiapkan untuk melayani pelanggan eksternal, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan internal kedua perusahaan.

Pusat Data Mendekati Tahap Pengujian

LG CNS merupakan perusahaan teknologi asal Korea Selatan yang memiliki pengalaman dalam pembangunan dan pengoperasian pusat data. Di Indonesia, perusahaan tersebut bekerja sama dengan Sinar Mas melalui LG Sinar Mas untuk memperluas bisnis infrastruktur digital.

Perkembangan proyek ini juga terlihat dari pembangunan SMX01, pusat data di kawasan pusat bisnis Jakarta. Dalam keterangan pada Mei 2026, SM+ Data Centers, KIRA, dan LG Sinar Mas menyatakan proyek tersebut telah mencapai tahap topping off atau penyelesaian struktur utama bangunan. Fasilitas ini ditargetkan mencapai tahap Ready for Service pada kuartal IV 2026.

Meski berkaitan dengan kolaborasi LG Sinar Mas, SMX01 memiliki struktur kemitraan yang melibatkan tiga pihak tersebut. Karena itu, perkembangan proyek pusat data bersama tidak seharusnya disederhanakan menjadi proyek yang hanya dimiliki LG CNS dan Sinar Mas.

Dalam wawancara terbaru, Mark belum mengungkap lokasi spesifik fasilitas yang dibahas, kapasitas komputasi, nilai investasi, maupun target operasional komersialnya. Jadwal uji coba pada 1 Desember 2026 juga perlu dibedakan dari tanggal mulai beroperasi untuk pelanggan.

LG CNS Belum Berencana Membangun AI Data Center Sendiri

Kebutuhan pusat data semakin mendapat perhatian seiring perkembangan AI. Teknologi ini memerlukan infrastruktur komputasi yang mampu menangani pemrosesan data dalam skala besar, termasuk penggunaan graphics processing unit (GPU) untuk melatih dan menjalankan model AI.

Meta Rilis Muse Wonder, Model AI Frontier dengan Memori Jangka Panjang

Meski LG CNS terlibat dalam pembangunan pusat data di Indonesia, Mark mengatakan perusahaannya belum memiliki rencana tersendiri untuk membangun AI data center dengan GPU berperforma tinggi di Tanah Air. Namun, perusahaan siap membantu jika pelanggan membutuhkan fasilitas semacam itu.

Pernyataan ini penting karena istilah AI-ready tidak otomatis berarti suatu fasilitas sudah dilengkapi GPU berperforma tinggi atau sepenuhnya difungsikan untuk komputasi AI. Kesiapan pusat data perlu dilihat dari desain, kapasitas daya, sistem pendinginan, dan infrastruktur yang benar-benar disediakan.

SMX01 sendiri diperkenalkan sebagai pusat data yang siap mendukung kebutuhan perusahaan, layanan cloud, dan beban kerja AI. Keterangan proyek menyebut fasilitas tersebut dirancang dengan kemampuan untuk dikembangkan sesuai kebutuhan pelanggan.

Konsumsi Listrik dan Air Menjadi Tantangan

Di balik peluang bisnis pusat data, kebutuhan sumber daya menjadi perhatian yang tidak bisa diabaikan. Fasilitas ini memerlukan pasokan listrik yang andal untuk menjalankan server, sementara sistem pendinginan dapat membutuhkan air atau teknologi alternatif bergantung pada desain yang digunakan.

Mark mengakui kekhawatiran masyarakat terhadap pembangunan fasilitas yang dapat meningkatkan kebutuhan listrik dan air di lingkungan mereka. Menurutnya, persoalan ini juga menjadi perdebatan di negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Ia menilai tidak ada solusi sederhana untuk mempertemukan kebutuhan industri dan kepentingan masyarakat. Pengembang perlu berdialog dengan warga dan bersedia mencari kompromi, sementara pemerintah berperan dalam menjembatani kepentingan kedua pihak.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pusat data bukan semata persoalan teknologi atau investasi. Ketersediaan infrastruktur energi, pengelolaan air, serta komunikasi dengan masyarakat turut menentukan keberlanjutan proyek.

Gemini 4 Argon Punya Output 1 Juta Token, Tapi Belum Bisa Dipakai Semua Orang

Namun, belum ada angka yang diungkap dalam wawancara tersebut mengenai kebutuhan listrik dan air fasilitas yang sedang dikembangkan LG CNS dan Sinar Mas. Karena itu, dampak spesifik proyek terhadap lingkungan sekitar belum dapat dinilai hanya berdasarkan informasi yang tersedia.

Infrastruktur Digital Perlu Diimbangi Kesiapan Energi

Pusat data menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi digital karena menopang penyimpanan data, layanan daring, komputasi awan, dan berbagai aplikasi berbasis AI. Pembangunan fasilitas yang lebih andal dapat membantu memenuhi kebutuhan perusahaan dan layanan digital yang terus berkembang.

Di sisi lain, pertumbuhan kapasitas perlu diimbangi perencanaan energi dan air yang memadai. Transparansi mengenai konsumsi sumber daya, efisiensi pendinginan, serta dampak terhadap lingkungan sekitar dapat membantu masyarakat memahami manfaat dan konsekuensi pembangunan fasilitas tersebut.

Bagi LG CNS dan mitra lokalnya, tahap pengujian yang direncanakan menjadi langkah menuju kesiapan operasional. Namun, keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian konstruksi, melainkan juga kemampuan menyediakan layanan yang andal dan menjawab kekhawatiran terkait penggunaan sumber daya.

Dengan kebutuhan infrastruktur digital yang terus berkembang, tantangan berikutnya adalah memastikan ekspansi pusat data berjalan seiring dengan kesiapan energi, pengelolaan air, dan keterlibatan masyarakat.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *