Endoxa Asia – Persaingan mobil listrik terlaris di Indonesia semakin ketat. BYD Atto 1 mencatat distribusi 4.840 unit pada September 2026, mengungguli Jaecoo J5 EV yang membukukan 3.276 unit. Hasil tersebut mempersempit jarak kedua model menjadi 1.886 unit dalam perhitungan kumulatif Januari hingga September 2026. Meski demikian, Jaecoo J5 EV masih mempertahankan posisi teratas dalam daftar mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) terlaris sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jaecoo J5 EV mencatat distribusi kumulatif sebanyak 26.635 unit, sedangkan BYD Atto 1 mencapai 24.749 unit selama Januari hingga September 2026. Selisih keduanya sebesar 1.886 unit membuat persaingan menuju akhir tahun semakin menarik.
Perlu dicatat, angka tersebut merupakan wholesales, yaitu distribusi kendaraan dari produsen ke dealer, bukan jumlah mobil yang sudah dibeli langsung oleh konsumen. Data ini memberikan gambaran mengenai pergerakan pasokan dan permintaan di tingkat distribusi, tetapi tidak sepenuhnya mencerminkan penjualan ritel.

BYD Atto 1 Unggul pada September 2026
Kinerja BYD Atto 1 pada September menjadi faktor utama yang mempersempit jarak dengan pesaingnya. Model tersebut mencatat 4.840 unit, sementara Jaecoo J5 EV membukukan 3.276 unit. Dengan demikian, Atto 1 unggul 1.564 unit dalam distribusi bulanan.
Data kumulatif menunjukkan perubahan persaingan yang cukup signifikan. Pada Januari hingga Agustus 2026, Jaecoo J5 EV mengumpulkan 23.359 unit, sedangkan BYD Atto 1 mencatat 19.909 unit. Selisih awal sebesar 3.450 unit kemudian menyusut menjadi 1.886 unit setelah data September ditambahkan.
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa keunggulan dalam satu bulan dapat memengaruhi persaingan tahunan. Namun, hasil September belum cukup untuk memastikan bahwa BYD Atto 1 akan mengambil alih posisi pertama hingga akhir 2026. Perkembangan distribusi pada bulan-bulan berikutnya tetap menjadi penentu.
Jaecoo J5 EV Masih Memimpin Penjualan Kumulatif
Meski kalah dalam distribusi September, Jaecoo J5 EV masih memiliki keunggulan dalam perhitungan sepanjang Januari hingga September 2026. Dengan 26.635 unit, model tersebut unggul 1.886 unit dari BYD Atto 1 yang berada di posisi kedua dengan 24.749 unit.
Persaingan ini berlangsung di tengah bertambahnya pilihan mobil listrik di Indonesia. Geely EX2 menempati posisi ketiga dengan 11.659 unit, disusul BYD M6 dengan 7.043 unit dan BYD Sealion 7 dengan 4.266 unit.
Jarak antara dua model teratas dan pesaing berikutnya menunjukkan bahwa Jaecoo J5 EV dan BYD Atto 1 menjadi pemain penting dalam persaingan penjualan mobil listrik selama periode tersebut.
Pasar Mobil Listrik Indonesia Terus Berkembang
Persaingan kedua model berlangsung ketika pasar kendaraan listrik berbasis baterai mencatat pertumbuhan tahunan yang kuat.
Dilaporkan bahwa distribusi mobil listrik di Indonesia mencapai 117.218 unit sepanjang Januari hingga September 2026, meningkat 112,25% dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika angkanya tercatat 55.225 unit.
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengaitkan pertumbuhan permintaan kendaraan dengan ketersediaan model yang lebih terjangkau.
“Faktor kenaikan penjualan karena banyak kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau. Sekitar 70%–80% penjualan kendaraan masih berasal dari segmen harga di bawah Rp300 juta,” ujar Kukuh.
Pernyataan tersebut memberi konteks mengenai pentingnya harga dalam persaingan otomotif nasional. Namun, pertumbuhan pasar secara keseluruhan tidak berarti setiap model akan memperoleh peningkatan penjualan yang sama. Pilihan konsumen tetap dipengaruhi oleh kebutuhan, harga kendaraan, fitur, serta biaya kepemilikan.
Bisakah BYD Atto 1 Menjadi Mobil Listrik Terlaris 2026?
Peluang BYD Atto 1 untuk mengambil alih posisi pertama masih terbuka jika tren distribusi bulanan berlanjut. Akan tetapi, selisih 1.886 unit tidak otomatis menjamin pergantian pemimpin pasar.
Hasil akhirnya akan bergantung pada kinerja kedua model selama sisa tahun ini. Data distribusi bulanan berikutnya diperlukan untuk mengetahui apakah Atto 1 dapat mempertahankan momentumnya atau Jaecoo J5 EV mampu memperlebar kembali keunggulan.
Bagi konsumen, persaingan tersebut juga menjadi indikator bahwa pasar mobil listrik Indonesia semakin kompetitif. Namun, predikat terlaris sebaiknya menjadi salah satu referensi, bukan satu-satunya dasar untuk memilih kendaraan.
Hingga September 2026, Jaecoo J5 EV masih memimpin klasemen kumulatif, sementara BYD Atto 1 menunjukkan momentum kuat melalui pencapaian bulanan. Pertarungan keduanya akan menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan dalam perkembangan pasar mobil listrik Indonesia menjelang akhir tahun.




Komentar