Lifestyle Fashion

Dua Lipa Padukan Chanel dan Prada saat Jadi Kurator London Literature Festival 2026

Dua Lipa Padukan Chanel dan Prada saat Jadi Kurator London Literature Festival 2026
Dua Lipa Padukan Chanel dan Prada saat Jadi Kurator London Literature Festival 2026

Endoxa Asia – Dua Lipa membawa perpaduan dunia sastra dan mode ke panggung London Literature Festival 2026. Pada 24 Oktober, penyanyi asal Inggris itu memandu percakapan bersama novelis Zadie Smith dan penyair sekaligus musisi Mustafa di Royal Festival Hall, Southbank Centre. Penampilannya menjadi sorotan karena ia mengenakan busana Chanel dan Prada dengan detail sepatu yang mencuri perhatian.

Kehadiran Dua Lipa bukan sekadar sebagai selebritas tamu. Melalui platform budaya Service95 dan klub bukunya, Service95 Book Club, ia telah membangun ruang untuk memperkenalkan karya sastra dan berdialog dengan para penulis. Perannya sebagai kurator festival memperluas aktivitas tersebut ke panggung acara sastra secara langsung.

8 Agenda Halloween hingga Pameran Seni yang Bisa Dikunjungi di Singapura

Gaun Chanel Merah dan Sepatu Bot Setinggi Lutut

Dalam sesi bersama Zadie Smith, Dua Lipa mengenakan gaun rajut merah dari koleksi Chanel Fall 2026. Gaun tersebut memiliki potongan pinggang rendah serta detail berbulu di bagian siku dan pinggul. Ia memadukannya dengan sepatu bot kulit hitam setinggi lutut dari Le Silla, lengkap dengan tali di bagian depan.

Rambutnya ditata licin ke belakang, sementara anting merah berdesain pahatan melengkapi tampilan. Kombinasi tersebut memberikan kontras antara siluet gaun yang feminin dan sepatu bot berkesan tegas.

Pilihan sepatu menjadi salah satu elemen paling menonjol dalam penampilannya. Sepatu bot bertali setinggi lutut menghadirkan karakter kuat pada busana yang didominasi warna merah, sekaligus memperlihatkan bagaimana aksesori dapat mengubah kesan sebuah siluet.

Tampilan Prada dengan Detail Sepatu Berbulu

Untuk sesi berikutnya bersama Mustafa, Dua Lipa berganti ke tampilan dari Prada. Ia mengenakan atasan tank hitam berbahan Re-Nylon dan rok pensil senada. Tali bra berwarna merah muda terlihat di bagian bahu, sementara kaus kaki katun bermotif bunga dipadukan dengan sepatu hak satin putih berhias bulu.

Anting lingkaran berukuran besar, rambut yang disanggul licin, dan kuku berwarna gelap melengkapi penampilan tersebut. Berbeda dari kombinasi merah dan hitam pada sesi sebelumnya, tampilan Prada ini bermain dengan detail kontras, mulai dari warna hingga tekstur bahan. lihan busana itu memperlihatkan pendekatan gaya yang berbeda dalam satu rangkaian acara. Tampilan Chanel mengandalkan warna mencolok dan sepatu bot berstruktur kuat, sedangkan Prada menonjolkan permainan detail melalui kaus kaki bermotif dan sepatu hak berbulu.

Sastra Menjadi Bagian dari Aktivitas Budaya Dua Lipa

Di luar urusan busana, rangkaian percakapan yang dipandu Dua Lipa menunjukkan keterlibatannya dalam dunia sastra. Dalam sesi bersama Zadie Smith, keduanya membahas White Teeth, novel debut Smith yang terbit pada 2000 dan dikenal mengangkat isu identitas serta multikulturalisme.

Vitalife Gandeng UNERD dan No Pace Angkat Pentingnya Recovery Pelari di Jakarta Running Festival 2026

Sementara itu, percakapannya dengan Mustafa berkaitan dengan Nour, koleksi puisi yang diterbitkan pada 2025. Karya tersebut mengeksplorasi tema cinta, duka, iman, dan pengabdian. Dua sesi ini mempertemukan bentuk karya sastra yang berbeda, dari novel hingga puisi kontemporer.

Aktivitas ini sejalan dengan peran Dua Lipa melalui Service95, platform budaya yang didirikannya dan mencakup klub buku serta percakapan dengan penulis. Sejak diluncurkan pada 2023, Service95 Book Club menjadi salah satu sarana yang digunakannya untuk membagikan rekomendasi bacaan dan memperkenalkan perspektif sastra dari berbagai latar.

Dari Klub Buku ke Panggung Festival

London Literature Festival berlangsung di Southbank Centre pada 20 Oktober hingga 1 November 2026. Kehadiran Dua Lipa sebagai kurator tamu menempatkan minatnya pada bacaan dalam konteks acara publik yang mempertemukan penulis, seniman, dan pembaca.

Agenda sastranya juga berlanjut pada Minggu, 25 Oktober, melalui percakapan bersama Patti Smith mengenai memoarnya, Bread of Angels. Dengan demikian, keterlibatan Dua Lipa dalam festival tersebut tidak berhenti pada dua sesi di hari Sabtu.

Rangkaian penampilan ini mempertemukan dua sisi citra publik Dua Lipa: musisi yang dikenal lewat gaya busananya dan pembaca yang aktif mempromosikan karya sastra. Di London Literature Festival 2026, keduanya berjalan beriringan, dengan percakapan tentang buku menjadi agenda utama dan pilihan busana desainer melengkapi penampilannya.

Jakarta Film Summit, Target Jadi Hub Film Seperti Busan Sambil Rapatkan Hukum Film Baru

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *