Endoxa Asia – Angel Pieters menghadirkan Rumah, mini album berisi tujuh lagu yang menjadi ruang personal untuk merefleksikan cinta, penerimaan diri, dan proses berdamai dengan masa lalu.
Angel Pieters kembali dengan karya musik terbaru melalui mini album atau EP bertajuk Rumah. Dirilis pada 25 September 2026, karya ini berisi tujuh lagu yang merekam perjalanan personal sang musisi dalam memahami kembali arti pulang.
Bagi Angel, rumah tidak selalu berkaitan dengan tempat atau bangunan. Konsep tersebut menjadi titik berangkat untuk membicarakan rasa nyaman, hubungan, pengalaman emosional, hingga proses menerima berbagai bagian kehidupan yang tidak selalu berjalan sempurna.
Tujuh Lagu untuk Merekam Proses Bertumbuh
Rumah terdiri dari tujuh lagu, yaitu “Rindu”, “Berikan Nyaman”, “Garis Tangan”, “Separuh Hidupku”, “Rumah Sendiri”, “Cinta”, dan “Andai”.
Deretan lagu tersebut membawa pendengar menyusuri berbagai emosi yang berkaitan dengan cinta, kehilangan, kenyamanan, dan penerimaan. Alih-alih menggambarkan rumah sebagai sesuatu yang selalu ideal, Angel justru melihatnya sebagai ruang yang turut menyimpan berbagai pengalaman manusia.
“Bagiku, rumah lebih dari sekadar bangunan,” ungkap Angel.
Menurutnya, rumah adalah sebuah rasa. Keinginan untuk membangun rumah yang sempurna pun bukan sesuatu yang mudah diwujudkan karena di dalamnya dapat hadir berbagai emosi, termasuk kekecewaan, kesedihan, dan amarah.
Namun, pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari prosesnya dalam mengenal kembali rasa mencintai dan dicintai.
Rumah Menjadi Potret Fase Personal Angel Pieters
Bagi Angel, mini album ini tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan lagu, tetapi juga menjadi ruang untuk memperlihatkan sisi musikal yang lebih personal.
Rumah merepresentasikan fase kehidupannya saat ini, ketika pengalaman sebagai musisi berjalan beriringan dengan proses bertumbuh sebagai manusia. Karena itu, ketujuh lagu di dalamnya dapat dibaca sebagai potongan perjalanan yang saling berkaitan dengan gagasan tentang pulang dan penerimaan.
Tema tersebut membuat Rumah terasa lebih intim. Alih-alih menghadirkan gambaran tentang kehidupan yang sepenuhnya telah selesai atau sempurna, Angel memilih merangkul berbagai episode yang pernah dilalui, termasuk bagian-bagian yang tidak mudah.
Mengajak Pendengar Menemukan Arti Pulang Versi Mereka
Lewat Rumah, Angel juga membuka ruang bagi pendengar untuk memiliki interpretasi masing-masing mengenai makna pulang.
Ia berharap mini album ini dapat membuat pendengar berhenti sejenak dan mengingat kembali orang-orang maupun hal-hal yang pernah menjadi tempat mereka merasa pulang.
Pada akhirnya, rumah dalam karya ini tidak harus memiliki bentuk yang sama bagi setiap orang. Ia dapat hadir sebagai seseorang, sebuah hubungan, kenangan, atau bahkan ruang yang ditemukan dalam diri sendiri.
Dengan pendekatan yang personal tersebut, Rumah menjadi penanda fase Angel Pieters dalam merangkul perjalanan hidup beserta ketidaksempurnaannya. Mini album ini sudah tersedia di berbagai platform pemutar musik digital sejak 25 September 2026.



Komentar