Entertainment Lifestyle

BTS ‘Swim’ Diduga Dijual Ilegal di Temu, Sorotan Tertuju pada Marketplace

BTS “Swim”

Endoxa Asia – Penjualan single BTS “Swim” di Temu menjadi sorotan setelah Profesor Seo Kyoung-duk dari Sungshin Women’s University mengungkap adanya produk yang diduga merupakan salinan ilegal. Temuan tersebut, yang disampaikan pada 15 September 2026, kembali memunculkan pertanyaan tentang pengawasan marketplace terhadap produk yang menggunakan karya dan identitas artis tanpa izin.

Seo mengatakan temuan itu berasal dari laporan penggemar BTS, ARMY. Ia kemudian membagikan tangkapan layar listing penjualan “Swim” di Temu melalui akun Instagram-nya.

Temu Disorot karena Menampilkan Produk yang Dipermasalahkan

Menurut Seo, single “Swim” BTS hanya dijual melalui distributor resmi, termasuk Weverse Shop. Karena itu, ia menilai kemunculan produk tersebut di marketplace lain perlu mendapat perhatian.

“BTS ‘Swim’ single CD hanya dijual melalui toko resmi seperti Weverse Shop,” tulis Seo dalam unggahannya. “Meskipun marketplace hanya menyediakan platform, membiarkan produk ilegal ditawarkan untuk dijual tetap merupakan kesalahan.”

Laporan tersebut tidak menyebut jumlah produk yang terjual, identitas penjual, maupun apakah pihak Temu telah menghapus listing yang dipermasalahkan. Tidak ada pula informasi mengenai tindakan hukum yang telah diambil oleh HYBE atau BIGHIT MUSIC terkait kasus ini.

SU MA dan CURE Bali Hadirkan Dialog Kuliner di Jakarta

Dengan demikian, persoalan yang terverifikasi saat ini adalah adanya laporan penjualan produk yang diduga ilegal dan kritik terhadap kemunculannya di marketplace, bukan bukti bahwa seluruh penjualan BTS “Swim” di Temu telah dipastikan melanggar hukum.

Produk Resmi BTS ‘Swim’ Tersedia di Weverse Shop

Weverse Shop mencantumkan BTS SWIM Single CD sebagai produk resmi dengan label BIGHIT MUSIC. Halaman produk tersebut mencatat tanggal rilis 27 Maret 2026 dan harga yang berbeda berdasarkan wilayah penjualan.

Namun, halaman resmi tersebut juga menunjukkan bahwa produk yang tersedia di Weverse Shop memiliki informasi penjualan dan distribusi yang jelas. Ini menjadi pembanding penting ketika muncul listing lain yang menggunakan nama dan identitas produk BTS.

Perlu dibedakan antara produk resmi yang dijual melalui distributor berwenang dan produk yang mengklaim sebagai produk resmi tanpa bukti otorisasi. Kemiripan nama, foto, atau kemasan saja belum cukup untuk memastikan suatu barang merupakan salinan ilegal. Dalam kasus ini, status produk yang dijual di Temu didasarkan pada laporan Seo dan pemberitaan media, bukan pemeriksaan fisik terhadap barang tersebut.

Kasus Ini Mengingatkan pada Penjualan Merchandise Ilegal

Seo juga mengaitkan temuan terbaru dengan kasus serupa pada Maret 2026. Saat itu, sejumlah marketplace besar di China disebut menjual merchandise ilegal setelah penampilan comeback BTS di Gwanghwamun menjadi viral.

2.238 Mitra Pengemudi Grab Ikuti Edukasi Pertolongan Pertama di 10 Kota dengan “First Aid On The Go”

Ia turut menyinggung Taobao dan AliExpress yang disebut pernah menawarkan kaus serta aksesori dengan penggunaan logo “Arirang” secara ilegal.

Rangkaian kasus tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang disorot bukan hanya satu produk, melainkan penggunaan nama, logo, dan materi terkait BTS untuk kepentingan komersial tanpa otorisasi yang jelas.

Meski demikian, laporan yang tersedia tidak memberikan rincian jumlah listing, nilai transaksi, atau hasil penindakan terhadap kasus-kasus sebelumnya. Karena itu, belum ada dasar untuk menyimpulkan seberapa luas praktik tersebut berlangsung.

Apa Tanggung Jawab Marketplace?

Temu memiliki kebijakan perlindungan kekayaan intelektual yang menyediakan mekanisme pelaporan bagi pemilik hak atau pihak yang berwenang. Dalam kebijakan yang diperbarui pada April 2025, Temu menyatakan akan meninjau laporan pelanggaran dan menghapus konten yang terbukti melanggar setelah menerima laporan yang memenuhi persyaratan.

Kebijakan tersebut juga mencakup laporan dari pengguna biasa melalui fitur “Report This Item”, meskipun laporan harus disertai alasan dan informasi pendukung yang memadai.

Rosé BLACKPINK Rilis New Trick, MV Direkam Full Pakai iPhone 18 Pro

Temu juga menyatakan pada April 2026 bahwa mereka memperluas program perlindungan kekayaan intelektual dan bergabung dengan International AntiCounterfeiting Coalition. Dalam pernyataannya, seorang juru bicara Temu mengatakan, “Melindungi kekayaan intelektual sangat penting dalam membangun marketplace yang dapat dipercaya oleh konsumen dan merek.”

Namun, kebijakan dan komitmen tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa sebuah listing tertentu telah ditangani. Untuk kasus “Swim”, belum ada konfirmasi publik mengenai respons Temu terhadap laporan Seo.

Mengapa Penjualan Salinan Ilegal Menjadi Persoalan bagi Industri Musik?

Bagi industri musik, produk fisik seperti CD, kaset, dan merchandise merupakan bagian dari ekosistem komersial yang melibatkan artis, label, distributor, serta pemegang hak. Penjualan salinan tanpa izin berpotensi mengurangi pendapatan pihak yang berhak sekaligus membingungkan konsumen mengenai keaslian produk.

Persoalan ini juga berkaitan dengan kepercayaan penggemar. ARMY yang membeli produk BTS biasanya mengharapkan barang resmi, baik untuk koleksi maupun sebagai bagian dari dukungan terhadap artis. Ketika produk serupa muncul di marketplace tanpa kejelasan asal-usul, konsumen menghadapi risiko menerima barang yang tidak sesuai dengan klaim penjual.

Namun, penting untuk tidak menyamakan semua produk BTS yang dijual di luar Weverse Shop sebagai barang ilegal. Status keaslian perlu ditentukan berdasarkan otorisasi, asal produk, dan bukti yang relevan.

Sorotan Berikutnya Menunggu Respons Resmi

Untuk saat ini, laporan penjualan “Swim” di Temu memperlihatkan bagaimana distribusi produk musik dan merchandise dapat menghadapi tantangan di marketplace lintas negara. Kritik Seo menempatkan tanggung jawab platform sebagai bagian penting dari pembahasan, terutama ketika produk yang dipermasalahkan disebut dipromosikan melalui media sosial.

Langkah berikutnya yang paling relevan adalah menunggu klarifikasi dari Temu, BIGHIT MUSIC, atau pemegang hak terkait status listing tersebut dan tindakan yang mungkin diambil. Tanpa informasi itu, kesimpulan mengenai skala pelanggaran maupun dampak finansialnya masih belum dapat dipastikan.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *