
Key Insights
– Lebih dari 500 orang terdampak dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo.
– BGN memberikan sanksi suspend kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG yang terkait dengan kejadian tersebut.
– Investigasi dan pemeriksaan laboratorium masih dilakukan untuk mengetahui penyebab keracunan.
Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo memasuki tahap penanganan dan investigasi. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan keselamatan siswa dan santri yang terdampak menjadi prioritas, sementara pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan lebih dari 500 orang terdampak setelah mengonsumsi menu MBG yang disalurkan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
BGN juga mengambil tindakan terhadap SPPG terkait. SPPG Talang Angin disebut telah disuspend dengan kategori berat selama 30 hari. BGN turut mengusulkan agar kepala SPPG tersebut dicopot dan diganti.
“Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” ujar Ketut.
Di sisi lain, penanganan terhadap korban masih berlangsung di sejumlah fasilitas kesehatan. Di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, dari 380 pasien yang tercatat hingga pukul 15.30 WIB, sebanyak 353 orang telah diperbolehkan pulang. Lima pasien masih menjalani perawatan dan 22 lainnya berada dalam tahap observasi.
Kondisi pasien yang masih menjalani observasi dilaporkan berangsur membaik, meski sebagian masih mengalami keluhan seperti diare dan sakit perut.
Kasus ini turut membuka perhatian terhadap kesiapan sejumlah SPPG di Kabupaten Sidoarjo. Bupati Sidoarjo Subandi menyebut terdapat 170 SPPG di wilayahnya, dengan 31 di antaranya disebut belum mengantongi izin.
Pemkab Sidoarjo kemudian diminta memperkuat koordinasi dan pengawasan bersama BGN. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah percepatan kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
BGN menyatakan investigasi dan pemeriksaan laboratorium masih berjalan. Hasil pemeriksaan nantinya akan digunakan untuk menentukan penyebab kejadian.
Di tengah proses tersebut, BGN menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan korban mendapatkan penanganan hingga kondisi mereka pulih. Kasus keracunan MBG di Sidoarjo sekaligus menjadi sorotan terhadap pentingnya pengawasan keamanan dan standar higiene dalam pelaksanaan program makanan bergizi bagi penerima manfaat.



