
Key Insights
- Tasya Kamila membagikan lima kategori produk lokal yang dinilainya relevan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari.
- Kampanye Proudly Local MR.D.I.Y. menawarkan produk pilihan buatan Indonesia dengan diskon hingga 50 persen selama Agustus 2026.
- Tren memilih produk lokal semakin berkaitan dengan pertimbangan kualitas, harga, dan kemudahan akses, bukan sekadar sentimen kebangsaan.
Hal tersebut menjadi bagian dari kampanye Proudly Local yang dihadirkan MR.D.I.Y. Indonesia sepanjang Agustus 2026. Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, peritel tersebut menghadirkan penawaran untuk sejumlah produk buatan Indonesia dengan potongan harga hingga 50 persen.
Aktris sekaligus ibu, Tasya Kamila, turut membagikan sejumlah produk lokal yang menurutnya relevan dengan kebutuhan keluarga sehari-hari. Pilihannya mencakup perlengkapan makan, kebutuhan kamar mandi, mainan anak, peralatan dapur, hingga produk penggunaan harian.
Bagi Tasya, kualitas menjadi pertimbangan utama ketika memilih perlengkapan rumah tangga. Ia menilai produk lokal kini semakin mudah ditemukan dan memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan produk lainnya.
“Buatku, produk lokal itu bukan pilihan kedua. Sekarang banyak produk buatan Indonesia yang kualitasnya nggak kalah, malah harganya jauh lebih bersahabat,” ujar Tasya.
Untuk perlengkapan makan, Tasya memilih produk seperti piring dan mangkuk dari HSI, gelas serta set mangkuk dari MMS Houseware. Menurutnya, perlengkapan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan makan maupun ketika keluarga berkumpul.
Kebutuhan kamar mandi juga masuk dalam daftar pilihannya. Handuk mandi dan bath mat dari merek lokal Lenuta dan Kintakun menjadi beberapa produk yang ia pertimbangkan, terutama karena kebutuhan rumah tangga dengan anak membuat aspek kenyamanan dan daya serap menjadi penting.
Untuk anak-anak, Tasya memilih boneka dari Berkat Karya. Ia mengatakan aktivitas memilih mainan bersama anak sekaligus dapat menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan keluarga.
Sementara untuk dapur, pilihan Tasya jatuh pada talenan kayu dari Kwas dan spatula kayu dari Homliv. Ia mempertimbangkan material dan kenyamanan penggunaan karena peralatan tersebut digunakan dalam aktivitas memasak sehari-hari.
Produk kebutuhan harian seperti sandal juga tidak luput dari pilihannya. Sandal lokal Porto disebut menjadi salah satu pilihan karena ringan dan nyaman digunakan, baik di dalam maupun luar rumah.
Pilihan tersebut menunjukkan bahwa keputusan membeli produk lokal semakin dipengaruhi faktor yang praktis. Konsumen tidak hanya mencari label “buatan Indonesia”, tetapi juga ingin memastikan barang yang dibeli memang sesuai kebutuhan dan memberikan nilai yang sepadan dengan harganya.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia Edwin Cheah mengatakan perluasan akses pasar dapat memberikan peluang lebih besar bagi produk lokal untuk berkembang. MR.D.I.Y. sendiri mengandalkan jaringan tokonya untuk mempertemukan produk buatan Indonesia dengan konsumen di berbagai wilayah.
“Semakin besar akses pasar yang dimiliki sebuah produk, semakin besar pula peluangnya untuk terus berkembang,” kata Edwin.
Melalui Proudly Local, MR.D.I.Y. menawarkan produk pilihan dengan harga mulai dari Rp8 ribu dan diskon hingga 50 persen selama periode kampanye. Penawaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan lebih banyak produk lokal kepada konsumen di tengah momentum kemerdekaan.
Bagi industri lokal, keberadaan kanal distribusi yang luas menjadi faktor penting karena kualitas produk saja belum tentu cukup untuk menjangkau konsumen. Kemudahan menemukan produk di toko yang dekat dengan keseharian masyarakat dapat menjadi bagian dari proses memperluas pasar.
Pada akhirnya, kampanye seperti Proudly Local memperlihatkan bahwa ajakan menggunakan produk dalam negeri dapat diterjemahkan melalui kebutuhan yang sederhana: memilih perlengkapan yang memang digunakan setiap hari. Ketika kualitas, harga, dan akses dapat berjalan beriringan, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk menjadi pilihan utama di rumah tangga Indonesia.



