
Key Takeaways
- HBA dan Giorgetti kembali menghadirkan dialog desain melalui KUMIKI.
- Kayu walnut dan teknik sambungan tradisional menjadi pusat estetika.
- Koleksi indoor-outdoor menawarkan kemewahan yang tenang dan abadi.
Di dunia desain berkelas, kemewahan tidak selalu hadir melalui ornamen yang mencuri perhatian. Kadang, ia justru bersemayam dalam sebuah sambungan kayu yang dikerjakan dengan presisi, tekstur material yang dibiarkan berbicara, serta siluet yang tidak membutuhkan penjelasan panjang.
Semangat inilah yang menghidupkan KUMIKI, koleksi furnitur terbaru dari HBA Product, praktik desain produk milik Hirsch Bedner Associates (HBA), bersama rumah desain ikonis Italia, Giorgetti.
Diperkenalkan dalam Milan Design Week 2026, KUMIKI menjadi babak kedua kolaborasi HBA dan Giorgetti setelah koleksi HIKARI pada 2024. Jika HIKARI membuka percakapan, KUMIKI memperdalamnya melalui bahasa desain yang lebih matang, tenang, dan berorientasi pada keabadian.
Koleksi ini terdiri atas lounge armchair dan dining chair yang dirancang untuk menyatu secara alami dengan arsitektur maupun interior di sekitarnya. Bentuk, struktur, material, dan craftsmanship tidak diperlakukan sebagai elemen terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan yang membangun pengalaman ruang.
“Bagi HBA, furnitur tidak pernah menjadi objek yang berdiri sendiri,” ujar Chris Godfrey, Co-CEO HBA.
Menurutnya, furnitur selalu berada dalam ekosistem yang lebih luas, mencakup arsitektur, interior, lanskap, hingga pengalaman manusia. Kolaborasi bersama Giorgetti pun lahir dari keyakinan bahwa inovasi desain bermakna tumbuh dari nilai, craftsmanship, dan komitmen panjang terhadap keunggulan.
Nama KUMIKI merujuk pada teknik pertukangan kayu Jepang yang mengandalkan sambungan antarkomponen tanpa paku, sekrup, maupun lem. Filosofi tersebut menjadi inti karakter koleksi ini.

Pada rangka berbahan Canaletto walnut, setiap sambungan justru dibiarkan terlihat. Alih-alih menyembunyikan konstruksi, KUMIKI menjadikannya sebagai pusat estetika. Teknik menjadi bahasa visual, sementara struktur berubah menjadi pernyataan desain.
Di sinilah pertemuan dua tradisi craftsmanship menemukan momentumnya. Presisi khas Italia bertemu dengan disiplin pertukangan Jepang, menciptakan desain yang tidak bergantung pada tren sesaat. Proporsi, ketenangan bentuk, dan karakter material menjadi sumber kemewahan yang lebih subtil.
“Kayu walnut memiliki karakter yang telah melintasi berbagai era dan tetap terasa timeless,” ungkap Katie Earl, Creative Director HBA Residential.
Material tersebut tidak hanya menawarkan keindahan serat alami, tetapi juga kualitas yang mampu berkembang seiring waktu.
Bagi Godfrey, KUMIKI bukan tentang menciptakan gaya tertentu. “Yang tersisa bukan sekadar gaya, melainkan rasa permanen,” jelasnya, menggambarkan pendekatan desain yang memilih ketahanan estetika dibandingkan kemegahan sesaat.






Kejujuran konstruksi menjadi salah satu daya tarik utama KUMIKI. Setiap joint dan koneksi dibuat terlihat, dirancang dengan tujuan yang jelas, sekaligus memperlihatkan keterampilan tangan di balik proses pembuatannya.
Menurut Kevin Shek, Lead Product Designer HBA Product, koleksi ini merayakan konstruksi yang jujur melalui sambungan kayu terekspos yang berakar pada metode tradisional selama berabad-abad.
Pendekatan tersebut menghasilkan karakter visual yang khas: sophisticated tanpa terasa berlebihan. Tidak ada detail yang hadir sekadar untuk dekorasi. Setiap elemen memiliki fungsi, dan justru dari fungsi itulah keindahan KUMIKI terbentuk.
Kenyamanan pun dirancang melalui kecerdasan struktural, bukan melalui volume yang berlebihan. Lounge chair menawarkan postur yang lebih santai, sementara dining chair mempertahankan siluet yang lebih tegak dan refined. Upholstery mengikuti lekuk rangka secara fluid, mempertemukan ketegasan struktur dengan kelembutan tekstil.
Karakter KUMIKI juga diperluas melalui versi outdoor yang dirancang untuk menghadirkan estetika serupa di ruang terbuka. Canaletto walnut digantikan oleh solid teak yang lebih sesuai untuk kondisi eksterior, dilengkapi technical outdoor fabrics, quick-drain cushioning, serta stainless steel tahan korosi.
Hasilnya adalah koleksi yang dapat bergerak dengan elegan dari hunian privat hingga hospitality space tanpa kehilangan identitasnya. Baik di ruang makan yang intim maupun teras resor yang terbuka, KUMIKI menawarkan kehadiran yang tenang namun berkarakter.
Pada akhirnya, KUMIKI menawarkan definisi kemewahan yang semakin relevan: bukan tentang memiliki lebih banyak, melainkan tentang memilih sesuatu yang dibuat dengan lebih baik. Ketika material dihormati, konstruksi diperlihatkan, dan setiap detail memiliki alasan, sebuah kursi tidak lagi sekadar furnitur.
Ia menjadi bagian dari ruang, pengalaman, sekaligus warisan desain yang memiliki peluang untuk tetap memikat jauh setelah tren berganti.



