
Key Takeaways
- Kolaborasi menggabungkan warisan Champagne dengan ekspresi budaya Nigeria
- Material upcycled dan 3D knitting menonjolkan craftsmanship modern
- Koleksi “Chasing the Sun” merayakan komunitas, cahaya, dan optimisme
Dalam lansiran wawancara eksklusif dengan Wallpaper*, kolaborasi antara Veuve Clicquot dan Yinka Illori muncul sebagai pertemuan yang tidak hanya estetis, tetapi juga kultural. Di tengah tradisi rumah Champagne yang lazimnya bertumpu pada nuansa gading dan emas, Veuve Clicquot sejak abad ke-19 telah memilih jalur berbeda melalui warna kuning ikoniknya, simbol optimisme yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas maison tersebut.
Pada Milan Design Week 2026, warisan visual ini diterjemahkan kembali dalam koleksi aksesori minuman edisi terbatas bertajuk Chasing the Sun. Illori, yang dikenal dengan pendekatan desain penuh warna dan narasi budaya, menghadirkan interpretasi yang lembut namun penuh makna. Inspirasi dari warisan Nigeria hadir melalui motif tangan yang menopang matahari, bentuk celestial yang disederhanakan, serta simbol alam yang merujuk pada koneksi manusia dan komunitas.

Sorotan koleksi terletak pada Sun Totems dan Sun Holder, yang mengambil inspirasi dari buah calabash, wadah tradisional Afrika Barat yang telah lama digunakan sebagai tempat minum. Bentuknya yang organik menghidupkan kembali tradisi berkumpul, sebuah ritual sosial yang selaras dengan filosofi Champagne sebagai minuman perayaan. Sementara itu, reinterpretasi Clicquot Arrow menghadirkan sentuhan perjalanan, menunjuk jarak menuju ruang bawah tanah bersejarah maison di Reims, tempat warisan Veuve Clicquot terus dijaga.
Dalam wawancara tersebut, Illori menjelaskan bahwa keseimbangan antara estetika pribadinya dan warisan Veuve Clicquot dimulai dari warna. Kuning ikonik maison, menurutnya, memiliki spektrum yang berubah sesuai cahaya dan perspektif, sebagaimana matahari yang menjadi inspirasi utama koleksi ini. Pendekatan tersebut menciptakan benang merah antara identitas visual Veuve Clicquot dan bahasa desain Illori yang kaya warna.

Material yang digunakan pun mencerminkan filosofi yang sama. Illori mengintegrasikan material upcycled, memberi kehidupan baru pada objek yang telah memiliki sejarahnya sendiri. Teknik 3D knitting menambahkan dimensi skulptural pada tekstil, mengingatkan pada kekayaan tradisi tekstil Nigeria seperti aso-oke dan motif wax yang sarat makna budaya. Pendekatan ini memperlihatkan craftsmanship yang halus, di mana desain tidak hanya menjadi estetika, tetapi juga narasi.
Peluncuran koleksi di Mediateca Santa Teresa, di jantung Milan, dirancang sebagai ruang yang menghadirkan ketenangan di tengah dinamika pekan desain. Alih-alih menonjolkan kemewahan yang eksplisit, instalasi ini menawarkan atmosfer hangat dan reflektif, mengundang pengunjung untuk merasakan esensi cahaya dan kebersamaan yang menjadi inti koleksi.
Pada akhirnya, Chasing the Sun menjadi refleksi tentang bagaimana warisan, budaya, dan optimisme dapat diterjemahkan ke dalam objek yang abadi. Dalam dialog antara Yinka Illori dan Veuve Clicquot, cahaya tidak hanya menjadi inspirasi visual, tetapi juga metafora tentang perjalanan, komunitas, dan keanggunan yang bertahan melampaui waktu.





