
Key Insights:
- BMW Indonesia memperkenalkan BMW iX3 sebagai model Neue Klasse pertama yang dipasarkan di Indonesia.
- SUV listrik terbaru ini membawa platform baru, teknologi digital generasi terbaru, dan jarak tempuh hingga 805 km (WLTP).
- Peluncuran iX3 menandai arah baru BMW dalam elektrifikasi sekaligus memperkuat persaingan kendaraan premium listrik di Indonesia.
Kehadiran model ini bukan sekadar menambah lini kendaraan listrik BMW, tetapi juga menjadi titik awal strategi teknologi baru perusahaan di pasar Indonesia.
Peluncuran tersebut dilakukan bersamaan dengan pembukaan BMW Group Pavilion di ICE BSD, Tangerang, yang untuk pertama kalinya menghadirkan tiga merek di bawah BMW Group—BMW, MINI, dan BMW Motorrad—dalam satu area pameran. Sepanjang GIIAS 2026, pengunjung dapat melihat lebih dari 30 kendaraan dari ketiga merek tersebut, termasuk 11 model yang tersedia untuk sesi test drive.
Momentum ini bertepatan dengan peringatan 25 tahun BMW Group Indonesia. President Director BMW Group Indonesia, Peter Medalla, mengatakan New BMW iX3 merupakan representasi generasi baru BMW yang menggabungkan desain progresif, teknologi digital, sistem elektrifikasi terbaru, dan karakter berkendara yang selama ini menjadi identitas merek tersebut.
Berbeda dari pembaruan model pada umumnya, Neue Klasse menjadi fondasi baru yang akan digunakan BMW untuk lebih dari 40 model kendaraan baru maupun penyegaran produk hingga 2027. Karena itu, iX3 menjadi kendaraan pertama yang memperlihatkan arah pengembangan BMW dalam beberapa tahun ke depan.
Dari sisi teknologi, BMW iX3 dibangun menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt dan BMW eDrive Generasi Keenam. Mobil ini dibekali dua motor listrik yang menghasilkan tenaga hingga 345 kW (469 hp) dengan torsi 645 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim dapat dicapai dalam 4,9 detik, sementara baterai berkapasitas 108,7 kWh memungkinkan jarak tempuh hingga 805 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Kemampuan pengisian dayanya juga mengalami peningkatan signifikan. Dengan dukungan DC Fast Charging hingga 400 kW, kendaraan ini mampu menambah jarak tempuh sekitar 372 kilometer hanya dalam 10 menit. Pengisian baterai dari 10 persen ke 80 persen diklaim selesai dalam waktu sekitar 21 menit. BMW juga memperkenalkan teknologi bidirectional charging melalui fitur Vehicle-to-Load (V2L), Vehicle-to-Home (V2H), dan Vehicle-to-Grid (V2G).
Tak hanya mengandalkan performa, BMW juga menempatkan pengalaman digital sebagai salah satu pembeda utama. BMW iX3 menjadi model produksi pertama yang menggunakan BMW Panoramic iDrive dengan BMW Operating System X, didukung empat komputer berperforma tinggi atau Superbrains yang mengelola berbagai fungsi kendaraan mulai dari dinamika berkendara, sistem bantuan pengemudi, hingga hiburan dan konektivitas.
Peluncuran ini mencerminkan perubahan yang sedang berlangsung di industri otomotif premium. Persaingan kini tidak lagi hanya berfokus pada tenaga mesin atau desain, tetapi juga pada integrasi perangkat lunak, kecerdasan digital, efisiensi energi, dan keberlanjutan. BMW menyebut iX3 dikembangkan menggunakan prinsip Design for Circularity, dengan pemanfaatan material daur ulang pada berbagai komponen untuk menekan jejak karbon sepanjang siklus hidup kendaraan.
Di Indonesia, kehadiran model ini memperlihatkan semakin matangnya pasar kendaraan listrik premium. Seiring berkembangnya infrastruktur pengisian daya dan meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan berbasis baterai, produsen otomotif global mulai menghadirkan teknologi terbaru mereka lebih cepat ke pasar nasional.
BMW iX3 50 xDrive dipasarkan dengan harga Rp2.269.000.000 off-the-road. Selama GIIAS 2026, BMW juga menawarkan berbagai program pembiayaan, harga khusus untuk sejumlah model, serta paket layanan purnajual yang mencakup BMW Service Inclusive selama enam tahun, garansi lima tahun tanpa batas jarak tempuh, perlindungan ban, dan layanan bantuan darurat 24 jam.



