0-3840x2160-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;illum:2 scene:23 humanIn:0;
Key Insights :
• ILF Expo dan IGT Expo 2026 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran dengan partisipasi 210 peserta dari 14 negara.
• Pameran menampilkan inovasi di sektor kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen, termasuk teknologi manufaktur dan otomasi.
• Forum bisnis dan seminar mengangkat isu transformasi industri, keberlanjutan, serta peluang ekspor melalui kerja sama internasional.
Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran internasional ini kembali menjadi ajang yang mempertemukan pelaku industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen untuk memperkenalkan inovasi terbaru sekaligus memperluas peluang kolaborasi bisnis.
Pameran dibuka oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita. Sebanyak 210 peserta ambil bagian dalam penyelenggaraan tahun ini, termasuk 50 pelaku UMKM, serta perusahaan dari 14 negara, yakni Indonesia, China, Italia, Uni Emirat Arab, Pakistan, Spanyol, India, Bangladesh, Jerman, Taiwan, Hong Kong, Vietnam, Singapura, dan Korea Selatan.
Beragam produk dan teknologi dipamerkan, mulai dari bahan baku kulit, alas kaki, tekstil, garmen, hingga mesin produksi, sistem otomasi, dan solusi manufaktur. Kehadiran teknologi tersebut mencerminkan semakin besarnya kebutuhan industri terhadap efisiensi produksi, peningkatan kualitas, serta penerapan proses manufaktur yang lebih berkelanjutan.
Selain menjadi ajang pameran, ILF Expo dan IGT Expo 2026 menghadirkan berbagai forum diskusi yang membahas tantangan dan peluang industri. Transformasi digital, modernisasi proses produksi, pemanfaatan material ramah lingkungan, hingga penguatan rantai pasok menjadi sejumlah isu yang mendapat perhatian selama penyelenggaraan.
Salah satu agenda utama adalah Seminar Nasional Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) bertema “Membangun Industri TPT yang Kompetitif, Berkelanjutan, dan Menjadi Pemain Utama dalam Rantai Pasok Nasional dan Internasional.” Forum tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha untuk membahas strategi memperkuat industri tekstil dan produk tekstil nasional.
Pameran juga menggelar ILF–IGT Manufacturing Forum 2026 bertema “Jaya di Pasar Domestik, Unggul di Pasar Global.” Forum yang diselenggarakan bersama APRISINDO ini membahas berbagai isu strategis, mulai dari revitalisasi industri padat karya, peningkatan investasi manufaktur, pemberdayaan UMKM dan industri kecil menengah, hingga peluang ekspor melalui Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Di luar agenda diskusi, penyelenggara menghadirkan The Fashion Show yang menampilkan karya dari industri kulit, alas kaki, tekstil, dan fesyen nasional. Sementara itu, program Networking Cocktail Dinner dan business matching mempertemukan produsen dengan buyer, investor, asosiasi, serta mitra industri untuk membuka peluang kerja sama dan transaksi bisnis.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pameran industri kini tidak hanya berfungsi sebagai etalase produk, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring, mempercepat adopsi teknologi, dan mendorong investasi. Di tengah persaingan manufaktur global, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan mitra internasional menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional.
Melalui penyelenggaraan ILF Expo dan IGT Expo 2026, pelaku industri memperoleh kesempatan untuk mengikuti perkembangan teknologi, menjalin kemitraan baru, serta mengidentifikasi peluang ekspansi pasar. Forum ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen di kawasan Asia.



