
Key Takeaways
- Arsitektur Peter Zumthor menyatukan seni lintas era dalam satu ruang terbuka
- Pendekatan kuratorial kolaboratif menciptakan pengalaman museum yang dinamis
- Desain menghadirkan dialog halus antara cahaya, kota, dan koleksi bersejarah
Di jantung Los Angeles County Museum of Art, sebuah babak baru dalam pengalaman museum resmi dimulai dengan dibukanya David Geffen Galleries pada April 2026. Dirancang oleh arsitek Swiss Peter Zumthor, bangunan ini menghadirkan pendekatan yang lebih kontemplatif terhadap hubungan antara seni dan arsitektur, sebuah lanskap budaya yang tidak sekadar menampilkan karya, melainkan menciptakan perjalanan visual yang berlapis.

Image credit: Iwan Baan
Mengapung sembilan meter di atas tanah, struktur beton berliku yang dibalut kaca membentang seperti pita arsitektural yang lembut namun monumental. Bersama direktur museum Michael Govan dan firma arsitektur Skidmore, Owings & Merrill, Zumthor merancang ruang pamer satu lantai yang diterangi cahaya alami dari segala arah. Auditorium, pusat edukasi, restoran, dan ruang publik lainnya ditempatkan dalam tujuh blok penopang, menciptakan ruang galeri yang lapang dan bebas gangguan.
Pendekatan ini menghadirkan perubahan signifikan dari konsep galeri tradisional yang kaku dan tersegmentasi. Sebanyak 27 galeri internal dengan ukuran beragam menampung koleksi lintas budaya dan lintas era, dari jubah istana Dinasti Qing hingga lukisan klasik yang tersusun padat. Di sini, seni dan arsitektur membangun dialog halus, dengan panorama kota Los Angeles serta lanskap bersejarah La Brea Tar Pits sebagai latar yang terus berubah.
Kepekaan terhadap material menjadi ciri khas karya Zumthor. Lantai terrazzo beton hitam dihiasi cangkang putih kecil, mengingatkan bahwa wilayah ini dahulu merupakan dasar laut. Dinding galeri tertutup dilapisi cat berbasis silikon dengan nuansa merah tua, indigo, dan hitam, menghadirkan suasana yang tenang dan reflektif. Cahaya lembut dari clerestory sempit dan lampu dinding rancangan khusus menciptakan atmosfer yang hampir meditatif, sementara tirai logam transparan karya desainer tekstil Reiko Sudo memungkinkan karya sensitif cahaya tetap dipamerkan dekat dinding kaca.

Image credit: Iwan Baan
Di luar arsitektur, pendekatan kuratorial mencerminkan semangat kolaboratif yang jarang ditemui dalam dunia museum. Penutupan global pada 2020 memberi waktu bagi 45 kurator LACMA untuk merancang strategi baru. Dari 300 gagasan awal, 80 dipilih untuk presentasi perdana. Tema lautan, yang menghubungkan budaya di seluruh dunia, menjadi benang merah yang subtil namun kuat.
Koleksi ditampilkan dengan kebebasan yang elegan. Mangkuk keramik dari berbagai peradaban ditempatkan berdampingan, menciptakan dialog lintas waktu. Panel keramik karya Henri Matisse ditempatkan di ujung sayap galeri, dikelilingi panorama alam dan arsitektur sekitar. Di ruang lain, karpet Ardabil Carpet dari Persia dilindungi cahaya langsung, menjaga warna aslinya tetap hidup. Beberapa langkah kemudian, pengunjung berpindah dari cetakan karya Katsushika Hokusai ke budaya otomotif California, termasuk mobil Studebaker Avanti milik desainer legendaris Raymond Loewy.

Image credit: Iwan Baan
Keanggunan tidak hanya hadir di dalam ruang. Bangunan sepanjang 275 meter ini dirancang dengan teknologi isolasi gempa, menjadikannya salah satu struktur paling aman di kota tersebut. Lanskap luar dirancang oleh seniman Mariana Castillo Deball, dengan detail subtil seperti jejak burung pada beton yang mengarah ke restoran. Di sekitar galeri, patung monumental termasuk Smoke menghadirkan dimensi skulptural yang memperluas pengalaman museum.
Terletak di antara pusat kota dan garis pantai, LACMA telah lama menjadi ruang pertemuan budaya bagi Los Angeles. Dengan pembukaan galeri baru dan stasiun metro yang segera beroperasi, kawasan ini diperkirakan semakin menjadi magnet bagi masyarakat dan kolektor seni global.
David Geffen Galleries bukan sekadar perluasan museum, melainkan refleksi tentang bagaimana seni dapat dialami secara lebih bebas, lebih kontemplatif, dan lebih manusiawi. Dalam tangan Peter Zumthor, arsitektur tidak mendominasi karya seni, melainkan membingkai pengalaman yang tenang dan abadi, sebuah ruang di mana waktu, cahaya, dan budaya bertemu dengan keanggunan yang nyaris tak terdengar.

Image credit: Iwan Baan



