
Key Insights
- JENNIE merilis EP digital Fallen Angel pada 28 Agustus 2026 melalui Odd Atelier bersama Columbia Records.
- Lagu utama “Fallen Angel” mengeksplorasi kerentanan, kesepian, dan kebutuhan akan rasa aman serta tempat untuk merasa pulang.
- EP ini berisi tiga lagu, termasuk “Heaven” dan “Less Than a Lover”, yang sebelumnya telah dibawakan atau dirilis JENNIE.
JENNIE kembali membuka sisi personalnya melalui musik. Pada Jumat, 28 Agustus 2026, anggota BLACKPINK tersebut resmi merilis EP digital solo terbaru bertajuk Fallen Angel, sebuah proyek tiga lagu yang membawa tema ekspresi diri, kerentanan, dan pencarian akan rasa memiliki.
Rilisan ini hadir melalui label milik JENNIE, Odd Atelier, dalam kemitraan dengan Columbia Records. Bersamaan dengan perilisan EP, ia juga memperkenalkan video musik untuk lagu utama “Fallen Angel” yang mengemas kisah emosional tersebut dalam atmosfer seperti dongeng gelap.
Jika “Less Than a Lover” yang dirilis sebelumnya lebih banyak membawa nuansa romansa, “Fallen Angel” bergerak ke wilayah yang lebih introspektif. Lagu ini menggambarkan seseorang yang mencoba memahami sisi rentan dirinya sekaligus mencari rasa nyaman di tengah kesepian.
Konsep malaikat jatuh menjadi metafora utama dalam lagu tersebut. Sayap yang seharusnya memungkinkan seseorang terbang bebas justru tidak memiliki arti ketika tidak ada sosok yang membuat perjalanan itu terasa memiliki tujuan. Dalam perspektif tersebut, cinta bukan sekadar hubungan romantis, tetapi juga dapat menjadi sumber rasa aman dan tempat untuk kembali.
Gagasan mengenai “rumah” pun tidak ditempatkan sebagai sebuah bangunan. Rumah dalam cerita lagu ini lebih dekat dengan perasaan yang muncul ketika seseorang menemukan tempat aman bersama orang yang dicintainya. Di mana pun berada, kebersamaan dapat menciptakan rasa pulang.
Pendekatan tersebut membuat “Fallen Angel” terdengar emosional tanpa harus menjadi lagu patah hati yang sepenuhnya muram. Nuansa dreamy, vokal yang lembut, serta gambaran tentang sayap, angin, dan langit membangun suasana melankolis yang tetap terasa hangat.
Video musiknya memperkuat kontras tersebut. JENNIE ditempatkan dalam lanskap sureal yang berkabut dengan arsitektur terdistorsi dan berbagai efek visual, menciptakan dunia yang terasa seperti dongeng tetapi menyimpan atmosfer gelap.
Produksi visual tersebut juga menggunakan efek visual yang dominan. Api yang terlihat dalam video dibuat menggunakan efek visual berbasis CG, sementara adegan yang melibatkan anak di bawah umur direkam dengan pengawasan keselamatan yang ketat.
Secara tematik, Fallen Angel tidak hanya berbicara tentang membutuhkan seseorang. Lagu ini juga membawa gagasan tentang penerimaan terhadap diri sendiri. Kebebasan yang dicari bukan berarti harus selalu berjalan sendirian, melainkan mampu memahami dan merangkul sisi diri yang selama ini mungkin dianggap rapuh.
Di titik tersebut, proyek ini terasa lebih personal dibanding sekadar rilisan musik baru. JENNIE menggunakan gambaran malaikat yang kehilangan tempat berpijak untuk membicarakan kebutuhan manusia yang cukup universal: ingin dimengerti, dilindungi, dicintai, dan memiliki sebuah tempat yang terasa aman.
EP digital ini terdiri dari tiga lagu. Selain “Fallen Angel”, terdapat “Heaven” yang sebelumnya dibawakan JENNIE ketika menjadi penampil utama di Open’er Festival di Gdynia, Polandia. Lagu ketiga adalah “Less Than a Lover”, yang menghadirkan sisi berbeda dari perjalanan emosional dalam proyek tersebut.
Untuk versi digital, ketiga lagu tersebut menjadi keseluruhan isi EP. Sementara itu, versi fisik yang disebut dalam materi sumber akan menghadirkan lagu tambahan berbeda, yakni “Sweettooth”, “Lockitdown”, dan “Face”.
Dengan Fallen Angel, JENNIE memperlihatkan sisi solo yang lebih reflektif. Di balik estetika dreamy dan dunia fantasi yang dibangun secara sinematik, pusat ceritanya tetap sederhana: pencarian seseorang terhadap rasa aman, kebebasan, dan tempat yang bisa disebut rumah.
EP Fallen Angel kini tersedia di berbagai platform musik digital.




