
Key Insights
- Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu pagi dengan titik gempa di Nagekeo.
- Dompet Dhuafa mengerahkan tim kesehatan dan kebencanaan untuk melakukan asesmen serta membantu kebutuhan darurat warga.
- Masjid Al Istiqomah atau Masjid Kubah Merah Putih di Ronting dilaporkan roboh akibat guncangan gempa.
Berdasarkan informasi yang dicantumkan dalam siaran pers Dompet Dhuafa dengan mengacu pada BMKG, pusat gempa berada di wilayah Nagekeo dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Guncangan dilaporkan berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk Nagekeo/Mbay, Sikka, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Alor, dan Lembata. Kondisi di sejumlah lokasi masih dalam pemantauan setelah gempa menyebabkan kerusakan pada bangunan dan fasilitas umum.
Merespons situasi tersebut, Dompet Dhuafa mengerahkan tim dari Disaster Management Center (DMC) dan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) ke wilayah terdampak. Tim DMC melakukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan warga, termasuk kemungkinan penyediaan dapur umum dan kebutuhan dasar lainnya.
Sementara itu, tim LKC mendirikan pos kesehatan di Ronting untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan medis setelah gempa.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini mengatakan tim mulai bergerak sejak pagi setelah memperoleh informasi mengenai gempa.
“Alhamdulillah tim mulai bergerak dari LKC hingga tim DMC Dompet Dhuafa dari pagi tadi untuk membantu, merespon dan menangani masyarakat terdampak gempa hari ini,” ujar Ahmad.
Salah satu kerusakan yang mendapat perhatian adalah Masjid Al Istiqomah Ronting, yang dikenal masyarakat sebagai Masjid Kubah Merah Putih di Kecamatan Lemba, Manggarai Timur. Bangunan tersebut berada di kawasan pesisir dan memiliki sejarah bagi masyarakat Muslim di Desa Ronting dan sekitarnya.
Masjid tersebut sebelumnya pernah direnovasi melalui dukungan donatur Dompet Dhuafa pada periode 2016–2018. Namun, guncangan gempa pada Sabtu pagi menyebabkan bangunan masjid roboh dan dilaporkan hampir rata dengan tanah.
Tim DMC Dompet Dhuafa, Ustaz Muhidur, menggambarkan kondisi masjid setelah gempa sebagai salah satu dampak kerusakan yang cukup berat. Ia juga menyebut air laut sempat naik hingga mencapai bibir pantai.
Kerusakan fasilitas umum dan bangunan di sejumlah titik membuat respons awal menjadi penting. Dalam situasi pascagempa, kebutuhan masyarakat dapat berubah dengan cepat, mulai dari layanan kesehatan, tempat berlindung, makanan, hingga informasi mengenai kondisi wilayah.
Dompet Dhuafa saat ini masih melakukan pemantauan dan asesmen untuk memetakan kebutuhan warga terdampak. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan tidak berhenti pada respons sesaat.
Masyarakat juga diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, serta menjauhi kawasan pantai dan bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.
Dengan tim yang telah berada di lapangan, tahap berikutnya menjadi penting untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas dapat teridentifikasi dan ditangani. Di tengah situasi darurat, kecepatan respons sekaligus ketepatan asesmen menjadi faktor utama dalam membantu masyarakat menghadapi dampak gempa.



