
Key Insights
- Makna “glow” mulai bergeser dari sekadar penampilan fisik menuju perasaan positif dan kesejahteraan mental.
- Aktivitas fisik singkat semakin dipandang sebagai bagian dari praktik self-care yang setara pentingnya dengan rutinitas perawatan kulit.
- Industri kebugaran dan kecantikan menunjukkan kecenderungan saling beririsan melalui narasi wellness yang lebih holistik.
Latar inilah yang melandasi kampanye Get The Glow yang diluncurkan ASICS. Kampanye tersebut mengangkat gagasan sederhana bahwa tubuh yang bergerak dapat memengaruhi kondisi mental, sekaligus menghadirkan perasaan positif yang tercermin dari ekspresi seseorang setelah berolahraga.
Pesan itu diterjemahkan dalam Get The Glow Challenge yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Alih-alih sekadar sesi olahraga bersama, acara ini dirancang dalam format relay yang memadukan elemen HYROX, CrossFit, strength training, dan lari di area GBK.
Peserta berpindah dari satu station ke station lain, menjalani gerakan fungsional seperti sled push, wall balls, hingga farmer carry. Ritmenya intens, tetapi tidak kompetitif secara individual. Setiap tim bergerak bersama, saling memberi semangat, lalu menutup sesi dengan cooldown walk, momen ketika napas mulai teratur dan tubuh perlahan melepaskan ketegangan.

Pendekatan ini sejalan dengan filosofi yang lama diusung ASICS, yakni Sound Mind, Sound Body. Dalam keterangannya, President Director ASICS Indonesia Yuya Sugiyama mengatakan bahwa “glow yang paling bermakna bukan hanya terlihat dari luar, tetapi juga berasal dari perasaan yang lebih baik dari dalam diri.”
Pernyataan tersebut muncul di saat pencarian mengenai kulit bercahaya dan cara mendapatkan “glow” terus meningkat secara global. Percakapan di media sosial mengenai cara memperoleh glow secara instan juga melonjak, sementara banyak orang menghabiskan waktu puluhan menit setiap hari untuk menjalani rutinitas perawatan kulit.
Di sisi lain, riset yang dikutip ASICS menunjukkan bahwa aktivitas fisik singkat, sekitar 15 menit, sudah dapat membantu meningkatkan suasana hati secara signifikan. Temuan ini memperlihatkan semakin kaburnya batas antara industri kebugaran dan industri kecantikan. Keduanya kini sama-sama berbicara mengenai kesejahteraan secara menyeluruh, bukan semata soal penampilan.
Fenomena tersebut juga mencerminkan perubahan yang lebih besar. Kesehatan mental, aktivitas fisik, dan perawatan diri semakin dipandang sebagai satu ekosistem yang saling berkaitan. Di tengah budaya serba cepat dan tuntutan untuk selalu tampil sempurna di media sosial, gagasan mengenai “glow” alami dari tubuh yang bergerak menawarkan perspektif yang lebih sederhana dan mungkin lebih mudah dijangkau.
Pada akhirnya, olahraga tidak lagi diposisikan hanya sebagai cara membakar kalori atau membentuk tubuh. Bagi semakin banyak orang, bergerak menjadi ruang singkat untuk mengembalikan suasana hati, meredakan tekanan, dan menemukan versi diri yang terasa sedikit lebih ringan setelahnya.



