
Key Takeaways
- Menampilkan 62 wastra langka bernilai historis.
- Koleksi berasal dari tokoh bangsa dan kolektor ternama.
- Menegaskan wastra sebagai warisan budaya berkelas dunia.
Dalam rangka merayakan usia ke-50, Museum Tekstil bersama Himpunan Wastraprema (HWP) menghadirkan pameran “Menjaga Warisan untuk Masa Depan”, sebuah selebrasi budaya yang menampilkan koleksi tekstil langka hasil kurasi dari berbagai tokoh bangsa dan kolektor terkemuka.
Sebanyak 62 wastra pilihan dipamerkan, terdiri atas 19 koleksi legendaris sumbangan para pendiri HWP, 31 kain hibah para donatur, serta 12 ulos langka dari koleksi Torang Sitorus. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Umbul-Umbul Caruban Nagari dari Keraton Kasepuhan Cirebon, simbol bersejarah yang merekam semangat perjuangan dan nasionalisme melalui keindahan teknik batik bermotif kaligrafi.
Jejak koleksi ini berawal dari hibah 500 lembar wastra yang diberikan HWP saat Museum Tekstil berdiri pada 1976. Nama-nama seperti Tien Soeharto, Ali Sadikin, Go Tik Swan (Panembahan Hardjonegoro), Gusti Putri Mangkunegoro VIII, hingga Herawati Diah menjadi bagian dari perjalanan panjang koleksi yang kini memiliki nilai budaya sekaligus prestise tinggi.
Perayaan emas ini juga dihadiri para duta besar dari Belanda, Turki, dan Ekuador, memperlihatkan semakin besarnya perhatian dunia terhadap kekayaan wastra Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Miftahulloh Tamary, menegaskan bahwa usia 50 tahun Museum Tekstil merupakan momentum untuk memperkuat komitmen pelestarian budaya.
“Pelestarian bukanlah pekerjaan yang selesai dalam satu generasi, melainkan proses panjang yang membutuhkan kolaborasi berkelanjutan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum HWP 2023-2027, Sri Sintasari (Neneng) Iskandar, menilai kain tradisional Indonesia merupakan mahakarya bangsa yang layak terus dijaga.
“Himpunan Wastraprema berkomitmen meningkatkan citra, pemahaman, dan apresiasi kain tradisional Indonesia agar terus diwariskan kepada generasi penerus,” katanya.
Berlangsung hingga 30 Agustus 2026, pameran ini bukan sekadar menampilkan koleksi tekstil bersejarah, tetapi juga mengajak publik melihat wastra sebagai simbol kehalusan budaya, keahlian para perajin, dan warisan bernilai tinggi yang tetap relevan dalam lanskap gaya hidup modern.



